PROKAL.co, Sendawar – Suasana penutupan Teknologi Tepat Guna (TTG) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, tidak hanya menjadi momentum apresiasi terhadap inovasi teknologi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap perlindungan sosial bagi para perangkat kampung dan pemangku adat.
Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan penyerahan simbolis manfaat Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp42.000.000 kepada masing-masing ahli waris almarhum Basri, yang semasa hidup menjabat sebagai Lembaga Adat Kampung Long Iram Ilir, Kecamatan Long Iram, serta almarhum Markolis, yang merupakan Kepala RT Kampung Linggang Mapan, Kecamatan Linggang Bigung.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, didampingi Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kutai Barat, Fajar Mahda Akhmad Sa'idun, serta disaksikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., bersama jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan para peserta TTG XII.Kedua almarhum merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang didaftarkan sebagai perangkat kampung dan kepala adat melalui dukungan anggaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat.
Keikutsertaan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada aparatur kampung dan lembaga adat yang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan bahwa penyerahan santunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang telah mengabdikan dirinya bagi kampung dan daerah."Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen memastikan setiap perangkat kampung dan lembaga adat memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Santunan ini memang tidak dapat menggantikan sosok yang telah berpulang, namun menjadi bentuk kepedulian negara sekaligus memberikan kepastian dan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami berharap program ini semakin memperkuat rasa aman bagi para perangkat kampung dalam menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat.
"Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kutai Barat, Fajar Mahda Akhmad Sa'idun, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang terus memperluas cakupan perlindungan bagi perangkat kampung dan lembaga adat."Manfaat Jaminan Kematian yang diterima ahli waris hari ini merupakan bukti nyata bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan hadir ketika risiko terjadi.
Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, khususnya melalui dukungan DPMK, yang telah memberikan perhatian besar terhadap perlindungan para perangkat kampung dan kepala adat.
Kami berharap semakin banyak pekerja di berbagai sektor yang terlindungi sehingga mereka dan keluarganya memiliki rasa aman dalam bekerja."Perwakilan ahli waris almarhum Basri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan BPJS Ketenagakerjaan."Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan BPJS Ketenagakerjaan atas bantuan yang telah diberikan.
Santunan ini sangat berarti bagi keluarga kami dan menjadi bukti bahwa pengabdian almarhum mendapat perhatian serta perlindungan dari pemerintah."Senada dengan itu, ahli waris almarhum Markolis juga mengungkapkan apresiasinya."Kami merasa sangat terbantu dengan manfaat yang diterima hari ini. Terima kasih kepada Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati, BPJS Ketenagakerjaan, dan semua pihak yang telah memperjuangkan perlindungan bagi perangkat kampung. Semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
"Melalui penyerahan simbolis tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan kembali menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi perangkat kampung, kepala adat, dan para pekerja yang berperan penting dalam pembangunan daerah.
Momentum penutupan TTG XII Kalimantan Timur 2026 pun menjadi pengingat bahwa inovasi pembangunan harus berjalan seiring dengan hadirnya perlindungan sosial yang memberikan kepastian bagi masyarakat dan keluarga mereka.
Editor : Wawan