Freeport Kembali Kuasai IMERC 2026, Berau Coal Runner-up dan CK di Posisi Ketiga

Wawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 21:02 WIB
PT Freeport Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026.
PT Freeport Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – PT Freeport Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026. Tim tanggap darurat perusahaan tersebut sukses merebut gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun.

Kompetisi yang digelar di Garuda Rescue Nusantara, Balikpapan, itu menempatkan Berau Coal sebagai juara kedua, disusul Cipta Kridatama (CK) di posisi ketiga.

Capaian Freeport sekaligus mengulang prestasi pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Gelar tersebut diraih setelah tim Freeport tampil kuat dalam sejumlah challenge yang menjadi penentu dalam kompetisi tanggap darurat sektor pertambangan.

Ketua Yayasan Garuda Rescue Nusantara, Adri Thanada, mengatakan seluruh skenario yang dipertandingkan dalam IMERC 2026 dirancang berdasarkan berbagai insiden kedaruratan yang pernah terjadi di industri pertambangan.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta harus menyelesaikan delapan challenge dengan karakter dan tingkat kesulitan berbeda. “Selama empat hari pelaksanaan, seluruh peserta mengikuti delapan challenge yang disusun berdasarkan skenario kedaruratan nyata di lapangan,” ujarnya.

Freeport tampil menonjol pada sejumlah nomor utama, di antaranya Road Crash Rescue, Structural Fire Fighting, dan Under Water Rescue.

Ketiga nomor tersebut menuntut kemampuan teknis, ketepatan menjalankan prosedur, kecepatan mengambil keputusan, serta koordinasi antarpersonel dalam situasi berisiko tinggi.

Vice President Mining Safety Division Freeport, Eman Widijanto, mengatakan keberhasilan mempertahankan gelar juara umum memiliki arti penting bagi perusahaan. Terlebih, capaian tersebut diraih ketika Freeport masih berada dalam proses pemulihan pascainsiden pada September tahun lalu.

Menurut dia, sekitar 11 kilometer terowongan masih tertutup lumpur akibat insiden tersebut. Tujuh pekerja juga meninggal dunia, sementara kondisi operasional perusahaan baru mencapai sekitar 65 persen. “Prestasi ini dicapai saat Freeport masih berjuang untuk bangkit,” katanya.

Sementara itu, Berau Coal berhasil mengamankan posisi kedua setelah menunjukkan performa kuat pada nomor Vertical Rescue dan Theory Test.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Berau Coal mampu menyelesaikan skenario penyelamatan dari ketinggian dengan stabil dan mencatat nilai tertinggi pada tes teori di antara seluruh peserta.

Adapun posisi ketiga ditempati Cipta Kridatama. CK mempertahankan konsistensinya sebagai salah satu tim dengan kemampuan teknis yang kompetitif.
Tim CK tampil kuat pada sejumlah challenge yang membutuhkan kecepatan, ketelitian, dan koordinasi tim. Namun, akumulasi hasil dari nomor-nomor penentu membuat CK harus puas berada di peringkat ketiga.

Ketua Panitia Pengarah IMERC 2026, dr David Winowatan, mengatakan salah satu skenario yang menarik perhatian adalah Vertical Rescue. Tantangan tersebut dirancang menyerupai kondisi penyelamatan korban di medan terjal. “Kita memang usahakan skenario kejadian dari peristiwa nyata,” katanya.

IMERC 2026 juga diikuti tim tamu dari Australia, Northern Star Resources. Tim tersebut berhasil meraih juara harapan pada nomor Road Crash Rescue dan Confined Space Rescue.

Kehadiran tim Australia sekaligus memberikan warna internasional dalam kompetisi. Northern Star Resources menilai sejumlah skenario, khususnya penyelamatan bawah tanah dan ruang terbatas, memberikan pengalaman berbeda karena tidak menjadi bagian dari standar pelatihan penyelamatan tambang di negara mereka.
Tak hanya kompetisi, IMERC 2026 juga diisi Incident Management Training (IMT) yang diikuti 140 peserta dari berbagai perusahaan.
Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Australia dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi situasi kedaruratan di lingkungan industri pertambangan.

Penyelenggara berharap IMERC tidak berhenti sebagai ajang adu kemampuan antartim. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menguji kesiapan personel, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penanganan keadaan darurat di sektor pertambangan.

Editor : Wawan
IMERC k3