Pada Kurun Waktu Berdekatan, di Tiga Daerah di Kaltim Ini Ada Nelayan Hilang, Dua Belum Ditemukan

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:17 WIB
PENCARIAN: Tim gabungan masih mencari keberadaan nelayan asal Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Selasa, 18 Agustus 2026. ISTIMEWA
PENCARIAN: Tim gabungan masih mencari keberadaan nelayan asal Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Selasa, 18 Agustus 2026. ISTIMEWA

PROKAL.CO-Pada kurun waktu yang hampir bersamaan, ada tiga laporan nelayan hilang di tiga daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Yakni, di Kota Bontang, Kabupaten Berau, dan Kabupaten Paser.

Di kabupaten paling utara di Kaltim, yakni Berau, seorang warga Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, Mr (41), dilaporkan hilang saat dalam perjalanan pulang dari bagan tempatnya mencari ikan, Senin (17/8/2026) malam.

Mr diketahui beraktivitas di alat tangkap ikan jenis bagan sebelum kemudian melakukan perjalanan menuju Kampung Tanjung Batu. Namun, hingga Selasa (18/8/2026) keberadaan korban belum diketahui.

Baca Juga: Versi BPS: Kemiskinan Kaltim Turun Lagi, Tapi Ketimpangan Desa-Kota Masih Tinggi

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, membenarkan adanya laporan warga yang hilang tersebut. Ia mengatakan, laporan diterima sekitar pukul 23.00 Wita oleh masyarakat yang datang ke mapolsek untuk meminta bantuan. 

Setelah menerima laporan, kepolisian bersama sejumlah unsur terkait langsung bergerak melakukan pencarian. Tim gabungan menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi jalur perjalanan korban dari bagan menuju Kampung Tanjung Batu. 

Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di perairan sekitar wilayah tersebut. Selain mengerahkan personel, petugas juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk memperluas area pencarian.

“Kami dibantu dengan tim gabungan bersama masyarakat untuk melakukan pencarian,” tutur kapolsek.

Iwan mengatakan, upaya pencarian masih terus dilakukan. Tim gabungan berupaya menemukan titik keberadaan korban, termasuk menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat korban mengalami kecelakaan atau terjatuh ke perairan. 

“Sampai saat ini (Selasa, 18/8/2026) belum ada titik terang keberadaan korban, tetapi kami masih terus melakukan pencarian” katanya. 

Petugas masih mengumpulkan informasi dari sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas korban sebelum kejadian. “Untuk kronologi kami juga masih mengumpulkan datanya, karena memang tim saat ini masih fokus untuk menyisir wilayah yang dilewati koran,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, Moch Nur Alimi Zain, mengatakan saat ini tim dari posko Tanjung Batu sudah berada di lokasi dan sedang melakukan pencarian bersama tim gabungan.

“Iya, tim dari posko yang sudah kita turunkan untuk mencari korban di lokasi,” ucapnya. Hingga berita ini dibuat, pukul 17.00 Wita, pencarian masih dilakukan.

Hilang Lima Hari, Nelayan di Bontang Ditemukan

Baca Juga: Sinyal Mesra Trump ke Kim Jong Un: Pangkas Latihan Militer di Korsel Hingga Sentil Sekutu

Setelah lima hari pencarian, Jainuddin (61), nelayan asal Bontang Kuala, Kota Bontang, yang dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan di perairan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Selasa (18/8/2026).

Jainuddin ditemukan di perairan Tanjung Prancis, Teluk Lombok, Kutim. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Bontang, Ismail Abdullah, membenarkan penemuan tersebut.

“Ditemukan di perairan Kutim, ini masih dalam perjalanan ke rumah duka (di Bontang Kuala),” ungkap Ismail, Selasa (18/8/2026).

Jainuddin sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8/2026) saat melaut. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian selama lima hari dengan menyisir sejumlah wilayah perairan.

Sudah Empat Hari, Belum Ditemukan

Laporan nelayan hilang juga terjadi di Kabupaten Paser, daerah paling selatan di Kaltim. Nelayan hilang itu bernama Hermansyah, warga RT 03, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser.

Dia dilaporkan hilang di laut sejak Sabtu, 15 Agustus 2026. Pencarian terus dilakukan tim gabungan. Hingga Selasa (18/8), pukul 14.30 Wita, keberadaan nelayan tersebut masih belum diketahui, meski sejumah barang miliknya berhasil ditemukan.

 

Kapolres Paser, AKBP Sofyan, menyampaikan bahwa pencarian lanjutan yang melibatkan Polsek Tanjung Harapan, pemerintah desa, warga, BPBD Paser, serta Sat Polairud Polres Paser sempat membuahkan titik terang pada penemuan barang milik Hermansyah.

"Barang-barang miliknya (Hermansyah) ditemukan oleh nelayan asal Tanjung Aru saat melintas di perairan sekitar laut Muara Pasir, Kecamatan Tanah Grogot," katanya.

Penemuan tersebut pada Sabtu (15/8/2026) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Adapun barang yang ditemukan dan telah diamankan di Polsek Tanjung Harapan di antaranya, satu boks gabus (styrofoam) warna putih, satu lembar jaket berpenutup kepala berwarna hijau, serta satu lembar baju kain berwarna abu-abu.

Pihak keluarga korban pun sudah dipanggil untuk mencocokkan barang temuan tersebut.

"Istri korban dan keluarga telah mengidentifikasi seluruh barang itu, dan membenarkan bahwa barang-barang tersebut memang milik Hermansyah," tambahnya. Petugas juga telah membuatkan berita acara penemuan barang resmi atas temuan ini.

Baca Juga: Kebakaran di Pasar Pandan Sari Balikpapan, Dua Mobil Pickup Terbakar

Meski barang-barang korban telah dievakuasi, keberadaan sosok Hermansyah hingga saat ini belum membuahkan hasil. Tim gabungan terus menyisir lokasi-lokasi potensial di perairan Tanjung Harapan dan sekitarnya.

Selain menerjunkan armada pencarian dari BPBD dan Polairud, kepolisian setempat juga memberikan imbauan terbuka kepada seluruh nelayan yang melaut di perairan Paser untuk turut membantu memantau dan segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban. (aky/jib/bontangpost.id/far)

Editor : Faroq Zamzami
nelayan hilang bontang berau paser