Kaltim Darurat Karhutla! 329 Titik Api Mengamuk, Bentang Alam Jadi Hambatan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Karhutla di Kaltim
Karhutla di Kaltim

 
SAMARINDA – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur resmi memasuki fase kritis. Memasuki pertengahan Agustus 2026, lonjakan titik panas (hotspot) melesat tajam hingga mencatatkan angka fantastis: 329 titik api mengepung Benua Etam! Di tengah kepungan asap dan kobaran api, tim pemadam gabungan di lapangan terpaksa bertaruh nyawa menembus medan ekstrem.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa ledakan kasus Karhutla bulan ini terjadi sangat dramatis. Hanya dalam hitungan hari di bulan Agustus, jumlah kebakaran melonjak hingga menyumbang lebih dari separuh total kejadian sepanjang tahun.

"Jumlah kejadian kebakaran awal mencapai 258 titik dengan luasan 560 hektare. Tapi sampai tanggal 14 siang itu saja sudah mencapai 134 titik. Jadi setengahnya terjadi di bulan Agustus ini! Totalnya sekarang sudah 329, hampir setiap hari ada lebih dari lima titik kebakaran," tegas Buyung.

Eskalasi perambatan api terdeteksi merata di berbagai wilayah, dengan dampak paling parah menerjang Kabupaten Paser, Kutai Barat (Kubar), hingga area pinggiran Kota Samarinda. Peningkatan ancaman ini memaksa personel gabungan dari BPBD, Manggala Agni, KPHP, TNI, Polri, dan relawan bekerja tanpa jeda.

Namun, perlawanan tim penjinak api kerap terbentur tembok tebal bernama bentang alam. Akses armada tangki sering kali terputus akibat rimbunnya hutan dan semak belukar. Tak ada pilihan lain, para petugas terpaksa menyusuri belantara berjalan kaki berkilo-kilometer sambil memanggul mesin dan slang berat secara manual.

"Kami menangani semaksimal mungkin. Di beberapa lokasi seperti Kubar, jarak terdekat yang bisa dijangkau kendaraan menuju titik api itu harus jalan kaki lagi sejauh satu kilometer. Keterbatasan akses memang jadi kendala utama," beber Buyung.

Meski fisik terkuras dan risiko bahaya mengintai setiap saat, tim gabungan menolak menyerah. BPBD Kaltim terus menerobos barisan api guna mem-backup kawasan vital, terutama perimeter pusat pemerintahan di Samarinda hingga koridor strategis Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

Ancaman bencana ini kian mengerikan lantaran dipicu kombinasi puncak kemarau ekstrem dan hembusan angin kencang. Aksi teledor seperti membakar sampah sembarangan atau pembersihan lahan (land clearing) secara ilegal kini menjadi bom waktu yang siap menghanguskan ratusan hektare belantara dalam hitungan menit.

Melihat situasi yang berada di ambang bahaya, BPBD Kaltim melayangkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat hingga korporasi untuk menyetop aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kesadaran bersama menjadi benteng terakhir sebelum kabut asap pekat benar-benar melumpuhkan kehidupan di Benua Etam. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kaltim