PROKAL.CO, SAMARINDA — Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Festival Erau tidak lagi dipandang sebagai agenda wisata yang hanya menjadi milik Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Hal tersebut disampaikan Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal usai kegiatan Bincang-Bincang Pariwisata bertema “Dua Warisan, Satu Pesona Kalimantan Timur” di Big Mall Samarinda, Kamis (21/8/2026) malam.
Faisal mengatakan, Erau merupakan bagian dari kekayaan budaya Kaltim sehingga seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini perlu ikut mempromosikan serta mengambil bagian dalam mendukung pelaksanaan festival tersebut. “Jangan eksklusif lagi Erau hanya berpikir di Tenggarong saja. Erau sekarang milik Kaltim,” ucapnya saat diwawancarai awam media.
Menurutnya, promosi Erau seharusnya dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh daerah, termasuk Samarinda dan Balikpapan. Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Kaltim tidak hanya mendapatkan informasi mengenai satu destinasi, tetapi juga berbagai potensi wisata yang ada di daerah lainnya.
“Kita Dinas Pariwisata, promosi semua kabupaten/kota. Kita harus promosikan Erau. Samarinda, Balikpapan, ayolah sudah jangan berpikir itu punya Tenggarong, enggak mau promosi. Harus sudah promosi sama-sama,” tegasnya.
Untuk memperkuat promosi sekaligus memudahkan wisatawan mengakses lokasi Festival Erau, Dispar Kaltim juga tengah mempertimbangkan pembentukan ekosistem pariwisata yang melibatkan berbagai pelaku industri.
Faisal menyebut pihaknya berencana menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA). Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah penyediaan layanan shuttle gratis dari Samarinda maupun Balikpapan menuju lokasi Erau di Tenggarong.
“Kalau perlu kita sediakan shuttle free dari Samarinda ke Kukar, dari Samarinda ke Erau. Shuttle berangkat dan pulang gratis untuk orang yang datang ke hotel untuk ke sana,” katanya. Menurut Faisal, konsep serupa juga dapat diterapkan dari Balikpapan. Pemerintah bersama pelaku industri pariwisata nantinya dapat berbagi peran dalam penyediaan transportasi tersebut.
“Kami carikan busnya, kita tanggung apa, siapa nanggung apa, nanti semuanya bisa aman. Supaya jangan jadi beban untuk menarik wisatawan,” ujarnya. Erau sendiri merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan setiap tahun dengan pusat kegiatan di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Festival tersebut menjadi salah satu agenda budaya dan pariwisata yang menjadi daya tarik Kaltim.
Dengan konsep promosi bersama dan kemudahan akses antardaerah, Dispar Kaltim berharap Erau dapat menjadi magnet wisata yang manfaatnya dirasakan lebih luas oleh kabupaten dan kota di Kaltim. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co