Dua Hari di Kandang Evakuasi Samboja, Begini Kondisi Mental 11 Orangutan yang Terdampak Karhutla

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 00:23 WIB
Salah satu individu Orangutan terdampak Karhutla di KHDTK Samboja Kukar yang saat ini dipindahkan ke kandang evakuasi Wildlife Emergency Unit (WRU) BKSDA Kaltim, Kamis 3 September 2026. (Muhamad Yamin/Prokal.co)
Salah satu individu Orangutan terdampak Karhutla di KHDTK Samboja Kukar yang saat ini dipindahkan ke kandang evakuasi Wildlife Emergency Unit (WRU) BKSDA Kaltim, Kamis 3 September 2026. (Muhamad Yamin/Prokal.co)
 

PROKAL.CO, SAMBOJA - Berada dalam kandang evakuasi di Wildlife Emergency Unit (WRU) BKSDA Kaltim selama dua hari, 11 individu Orangutan yang dievakuasi dari kebakaran lahan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja Kukar, dalam kondisi sehat dan belum ada timbul gejala mengidap ISPA. 

Dokter hewan Yayasan Jejak Pulang, drh Tetri Regilya menjelaskan pihaknya terus lakukan observasi terhadap 11 individu orangutan yang berusia dari 6 tahun hingga 15 tahun. Terdiri enam jantan dan lima betina.

"Sejauh ini selama dua hari, mereka mulai bosan dalam kandang. Dan kondisi kesehatan secara umum sehat semua," jelasnya. 

Dokter hewan Yayasan Jejak Pulang, drh Tetri Regilya
Dokter hewan Yayasan Jejak Pulang, drh Tetri Regilya

drh Tetri, menegaskan belum ada tanda orangutan alami sakit saat dievakuasi hari kejadian kebakaran lahan, Selasa kemarin. Namun, hanya syok pemindahan orangutan berada di dalam hutan ke kandang evakuasi.

"Nggak ada yang sakit. Cuma mereka (orangutan) pasti syok kaget dari sebelumnya di sekolah orangutan, main-main cari makan di hutan lalu harus tiba-tiba dikandangkan," ujarnya, Kamis 3 September 2026.

Menurut drh Tetri, observasi terhadap 11 individu orangutan terus dilakukan hingga sepekan ke depan untuk mengetahui lebih pasti apakah orangutan. 

Salah satu kandang evakuasi yang berada di Wildlife Emergency Unit (WRU) BKSDA Kaltim di Samboja Kukar
Salah satu kandang evakuasi yang berada di Wildlife Emergency Unit (WRU) BKSDA Kaltim di Samboja Kukar

"Sejauh ini belum tampak dan tidak ada gejala sampai ISPA. Tapi kita perlu observasi lebih dalam. Gejala ISPA itu tidak bisa kita tahu hanya dengan observasi hari pertama, tetapi bisa jadi seminggu pindah ke kandang baru bisa diketahui ada tidak gejala ISPA," jelasnya. 

Sementara itu, Siti Nur Badriyah dari Departemen Orangutan Yayasan Jejak Pulang menjelaskan kebosanan dialami 11 individu orangutan di dalam kandang evakuasi dikarenakan tidak mendapat stimulasi seperti ketika mereka berada dalam hutan. 

“Jadi, di kandang evakuasi, orangutan merasa ruang geraknya terbatas dan pakannya juga terbatas. Sehingga orangutan tidak bisa mengekspresikan dirinya seperti saat mereka di dalam hutan,” jelasnya. 

Saat berada di dalam sekolah orangutan KDHTK Samboja, 11 orangutan berada dalam pantauan Yayasan Jejak Pulang dapat bisa bermain bebas bergerak dan menggunakan liana atau akar tali gantung serta tumbuhan yang digunakannya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
orangutan