PROKAL.co, BANJARBARU – Menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN), PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui perluasan sinergi dan koordinasi lintas instansi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui rangkaian kunjungan General Manager PLN UIP3B Kalimantan bersama jajaran kepada sejumlah stakeholder dan Forkopimda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan komunikasi dan koordinasi antarinstansi berjalan efektif, khususnya dalam mengantisipasi potensi Karhutla yang dapat berdampak terhadap infrastruktur dan keandalan sistem kelistrikan.
Di Kalimantan Selatan, koordinasi dilakukan bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan Lanud Sjamsudin Noor. Sementara di Kalimantan Tengah, PLN memperkuat komunikasi bersama BPBD, Dinas Kehutanan, dan Polda Kalimantan Tengah. Koordinasi serupa juga dilakukan di Kalimantan Utara bersama Gubernur dan Polda Kalimantan Utara, serta di Kalimantan Timur bersama BPBD dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur.
Rangkaian koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif PLN untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Karhutla, terutama yang berada di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan. Keberadaan titik api maupun asap tebal di sekitar jalur transmisi dapat berpotensi memengaruhi keandalan penyaluran tenaga listrik, sehingga diperlukan deteksi dan respons secara cepat dan terpadu.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa menjaga keandalan pasokan listrik merupakan komitmen PLN kepada pelanggan yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Menurutnya, potensi Karhutla merupakan tantangan yang tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat mitigasi.
“PLN terus memperluas sinergi dengan stakeholder, baik dalam pemantauan potensi titik api, pertukaran informasi, maupun respons cepat apabila terdapat kondisi yang berpotensi mengganggu infrastruktur kelistrikan,” ujar Riko.
Sinergi lintas instansi ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan mempercepat respons terhadap potensi titik api di sekitar infrastruktur PLN. Selain itu, koordinasi juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam melakukan pengamanan terhadap gardu induk dan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang menjadi bagian penting dalam sistem penyaluran tenaga listrik di Kalimantan.
PLN UIP3B Kalimantan juga terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi jaringan dan lingkungan sekitar aset ketenagalistrikan. Dengan dukungan informasi dari berbagai stakeholder, potensi gangguan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan sistem.
“Keandalan listrik adalah kepentingan bersama. Karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari seluruh stakeholder. Dengan koordinasi yang semakin kuat, kita dapat bersama-sama melakukan pencegahan dan merespons potensi Karhutla dengan lebih cepat,” tambah Riko.
Melalui penguatan sinergi tersebut, PLN UIP3B Kalimantan berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur penyaluran tenaga listrik dalam menghadapi potensi Karhutla. Momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi penguat komitmen PLN untuk terus memberikan layanan kelistrikan yang andal sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kalimantan.
Editor : Wawan