Byar-Pet Tanpa Kepastian Bikin Emosi Warga, PLN UID Kaltimra Buka Suara: 4 Pembangkit Alami Gangguan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:11 WIB
Ilustrasi Pemadaman listrik. (AI)
Ilustrasi Pemadaman listrik. (AI)

BALIKPAPAN — Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, termasuk Kota Balikpapan, dalam beberapa pekan terakhir memicu kekesalan mendalam di tengah masyarakat. Pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan presisi tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga merusak koneksi internet hingga mengganggu kenyamanan warga.

Kekecewaan ini dirasakan langsung oleh Helmi, warga Jalan Soekarno Hatta KM 6, Balikpapan. "Nggak ada hujan, tiba-tiba listrik padam. Apalagi gara-gara pemadaman bikin jaringan internet terganggu. Kacau pokoknya PLN ini," cetusnya gusar kepada awak media.

Kekesalan serupa diungkapkan warga lain yang mengeluhkan ketidaksesuaian jadwal pemadaman dengan informasi resmi dari PLN.

"Ini diinfo matinya jam 09.00 sampai jam 12.00, eh ternyata matinya jam 12 lewat sampai jam 5 sore. Apa nggak bikin kesal aja, warga jadi korban. Belum kalau matinya malam hari, kasian anak-anak nggak bisa tidur. Harusnya ini jadi bahan evaluasi, jangan akhirnya warga jadi korban akibat byar-pet," tegas seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Menanggapi keluhan masif tersebut, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengonfirmasi bahwa terjadi gangguan teknis secara bersamaan di empat pembangkit vital, yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim (Kutai Kartanegara), PLTU Kaltim Prima Coal (Kutai Timur), PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.

"Memang ada beberapa pembangkit yang sedang mengalami gangguan. Jadi kemampuan pasokan daya ke sistem belum optimal," kata Meiryandi.

Ia menambahkan bahwa jajarannya sedang bekerja keras di lapangan untuk menangani masalah tersebut. "Untuk yang sedang dalam proses pemulihan, kami targetkan bisa masuk kembali secara bertahap pada minggu ketiga sampai minggu keempat September," ujarnya.

Sebagai langkah darurat untuk menambal kekurangan pasokan daya, PLN juga sedang mengakselerasi masuknya listrik dari pembangkit sewa tambahan, seperti Pembangkit Batulicin (10 MW), pembangkit sewa tahap pertama (158 MW), dan tahap kedua (120 MW).

"Ini juga sedang kami upayakan percepat. Tambahan pembangkit sewa diharapkan bisa membantu kondisi sistem. Keselamatan dan keandalan tetap menjadi perhatian, tetapi dari sisi PLN, kami all out mengerahkan sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan," lanjut Meiryandi. Di tengah proses perbaikan yang terus berjalan, PLN meminta dukungan masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik secara bijak.

"Penggunaan listrik secara bijak, terutama pada saat beban puncak, bisa membantu kita menjaga kondisi sistem selama proses pemulihan," tutup Meiryandi. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
listrik pln