El Nino Hantam Kaltim: Risiko Puso Mengintai, Serapan Gabah Bulog Melorot

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:25 WIB
Ilustrasi gudang Bulog
Ilustrasi gudang Bulog

PROKAL.CO- Ancaman krisis pangan akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino kini benar-benar membayangi sektor pertanian Kalimantan Timur (Kaltim). Keterbatasan pasokan air yang kian parah tak hanya memicu risiko gagal panen (puso), tetapi juga memukul telak realisasi penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Kaltim dan Kaltara (Kaltimtara).

Hingga pertengahan September 2026, Bulog Kaltimtara mencatat realisasi penyerapan gabah baru menyentuh angka sekitar 15 ribu ton. Angka ini masih tertinggal jauh dari target tahunan yang ditetapkan sebesar 23 ribu ton.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara, Musazdin Said, membeberkan bahwa cuaca ekstrem menjadi penghambat utama dalam mengumpulkan hasil panen warga.

“Target kita sekitar 23.000 ton, sementara sampai sekarang baru terserap sekitar 15.000 ton,” ungkap Musazdin. Kondisi ini diprediksi bakal mengganggu skenario panen raya yang sebelumnya digadang-gadang akan berlangsung pada akhir September. Tanpa pasokan air yang cukup, bulir-bulir padi terancam mengering dan rusak sebelum sempat dipanen.

“Pasti berdampak. Kemarin proyeksinya sebenarnya akan ada panen raya di akhir September ini. Tapi kalau banyak padi yang kekurangan air, ini bisa menjadi gagal panen atau puso,” terangnya.

Melihat dinamika di lapangan, Bulog realistis bahwa target penyerapan tahun ini kemungkinan besar sulit menembus angka 100 persen. “Target kita mungkin akan turun, enggak 100 persen. Kita belum bisa prediksi lagi secara pasti,” tambah Musazdin.

Kendati produksi lokal dibayang-bayangi kegagalan, Bulog memastikan persediaan beras bagi warga Kaltim dan Kaltara masih berada di zona aman. Saat ini tersimpan sekitar 15.100 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di pelbagai gudang penampungan.Jumlah tersebut diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga lima sampai enam bulan ke depan, baik untuk penyaluran bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), maupun cadangan daerah.

Guna menambal potensi penyusutan hasil panen lokal, Bulog Kaltimtara mengambil langkah taktis dengan mendatangkan pasokan dari daerah sentra beras seperti Jawa dan Sulawesi melalui skema antargudang Bulog.

Di sisi lain, upaya penyerapan gabah di wilayah potensial seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) terus dipacu sembari mengantisipasi perubahan cuaca. Pemenuhan kebutuhan di wilayah terpelosok juga menjadi prioritas. “Daerah dengan tantangan akses seperti Mahakam Ulu tetap mendapat perhatian khusus. Kita pastikan stok tetap tersedia dan distribusi berjalan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegas Musazdin. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
bulog