PROKAL.co, BALIKPAPAN – Produk Smooth Fluid 05 (SF-05) produksi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan mulai disalurkan untuk mendukung kebutuhan industri hulu minyak dan gas (migas). Penyaluran perdana sebanyak 12.000 barrel tersebut ditujukan kepada BP Tangguh LNG di Sorong.
Seremoni penyaluran perdana berlangsung di Kaki Jetty 5A RU V Balikpapan, Selasa (15/9/2026), dan dihadiri jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, PT Pertamina Lubricants, PT Synergy Perkasa Sejahtera, PT MI Indonesia serta perwakilan Technology Innovation & Implementation (TII) PT Pertamina (Persero).
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan penyaluran tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam memperluas pemanfaatan SF-05 sekaligus membuka peluang pasar baru untuk produk yang digunakan dalam kegiatan pengeboran migas.
Menurut Anto, volume pada penyaluran perdana bahkan berada di atas kebutuhan yang selama ini menjadi acuan.
“Pada penyaluran perdana ini, SF-05 yang dikirim ke BP Tangguh LNG mencapai 12.000 barrel. Angka ini cukup besar dibandingkan demand existing yang berada di kisaran 3.000 hingga 5.000 barrel setiap lifting,” kata Anto.
Ia berharap penyaluran tersebut tidak berhenti pada pengiriman perdana, tetapi dapat berlanjut secara berkelanjutan dan diikuti semakin banyak pengguna dari industri hulu migas.
SF-05 merupakan produk dengan spesifikasi khusus yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas pengeboran minyak dan gas. Pengiriman ke BP Tangguh LNG sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi sejumlah pihak dalam pengembangan dan pemanfaatan produk tersebut.
Kolaborasi itu melibatkan Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, PT Pertamina Lubricants, PT Synergy Perkasa Sejahtera, PT MI Indonesia dan fungsi Technology Innovation & Implementation (TII) Pertamina.
Perwakilan PT MI Indonesia, Agung Heru Wijanarko, menilai penggunaan produk yang dikembangkan di dalam negeri untuk kebutuhan industri migas menjadi bagian penting dari proses pengembangan industri nasional.
“Kami melihat ini sebagai capaian yang membanggakan karena produk yang dikembangkan di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri migas. Proses ini merupakan hasil kolaborasi panjang dan kami berharap kerja sama tersebut terus menghasilkan pengembangan serta inovasi baru,” ujar Agung.
Sementara itu, Benny Mamyo dari PT Synergy Perkasa Sejahtera mengatakan pengembangan SF-05 tidak berlangsung dalam waktu singkat. Menurut dia, proses inovasi produk tersebut telah berjalan sekitar satu dekade.
“Pengembangan ini merupakan perjalanan inovasi yang sudah berlangsung kurang lebih 10 tahun. Kami terus berusaha menghadirkan produk yang bisa dimanfaatkan industri dalam negeri. Penyaluran perdana ini menjadi salah satu momentum penting untuk melanjutkan kolaborasi ke depan,” kata Benny.
Penyaluran SF-05 ke BP Tangguh LNG menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarpelaku industri dalam menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan sektor migas.
Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan bersama mitra mendorong pengembangan produk dan inovasi, memperluas pemanfaatan produk dalam negeri, sekaligus mendukung kebutuhan industri migas nasional secara berkelanjutan.
Editor : Wawan