SEMARANG — Kafilah Kalimantan Timur (Kaltim) sukses mengukir sejarah dengan keluar sebagai juara umum pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Berdasarkan keputusan resmi Dewan Hakim, Kaltim memimpin perolehan dengan nilai fantastis sebesar 288. Hasil ini sekaligus mengungguli tuan rumah Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan raihan 208 poin.
Kemenangan manis tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Dewan Hakim, Prof. Dr. H.E. Syibli Sarjaya, pada malam penutupan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026). Ia menegaskan bahwa penetapan juara umum dan peringkat 10 besar ini bersifat final, mengikat, serta tidak dapat diganggu gugat.
Persaingan sengit antarkontingen juga terlihat pada jajaran papan atas. DKI Jakarta berhasil mengamankan posisi ketiga dengan skor 129. Sementara itu, posisi keempat diisi bersama oleh Aceh dan Jawa Timur yang mengantongi nilai sama, yakni 99. Begitu pula di peringkat kelima, Sumatra Utara dan Jawa Barat berbagi tempat setelah sama-sama mengumpulkan 71 poin.
Peringkat berikutnya disusul oleh Sumatra Selatan di urutan keenam (55 poin), Banten di posisi ketujuh (52 poin), Riau di peringkat kedelapan (35 poin), Nusa Tenggara Barat di urutan kesembilan (33 poin), dan Sulawesi Selatan yang melengkapi daftar 10 besar dengan nilai 31.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, hadir secara resmi untuk menutup gelaran yang telah berlangsung selama sembilan hari ini. Acara puncak tersebut berlangsung meriah di tengah kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, Ketua Panitia Taj Yasin Maimoen, sejumlah pejabat daerah seperti Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe, serta ribuan warga dan kafilah dari 37 provinsi. Kemeriahan malam penutupan kian terasa saat pertunjukan Tari Mutiara Tanah Jawa disuguhkan sebagai salah satu atraksi utama.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa ajang tahun ini diikuti sebanyak 2.242 peserta yang bertanding di 12 arena, mencakup delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori. Ia mengucap syukur karena seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan tertib. Tak hanya itu, perhelatan kali ini juga berhasil mengukir rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat pelantunan Mars MTQ secara hybrid yang diikuti oleh 288.262 peserta.
Menutup rangkaian acara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi mengapresiasi tinggi antusiasme masyarakat yang membuat perbincangan Al-Qur’an memenuhi ruang media sosial selama gelaran berlangsung. Kendati demikian, Lutfi menyoroti tantangan era digital yang masih kerap diwarnai ujaran kebencian (hate speech) dan disinformasi. Bagi Lutfi, momen MTQ ini menjadi pendorong penting untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an—bukan sekadar di panggung perlombaan, melainkan juga dalam menjaga etika berinteraksi di ruang digital. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co