Stok Melimpah Tapi Antrean Mengular, Gubernur Rudy Mas’ud Singgung Operasional SPBU

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 08:54 WIB
Rudy Mas
Rudy Mas'ud

SAMARINDA — Maraknya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Timur mendapat perhatian serius dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. Orang nomor satu di Benua Etam tersebut menegaskan bahwa antrean memanjang ini bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM, melainkan buruknya tata kelola operasional di tingkat SPBU.

Rudy memastikan pasokan BBM bersubsidi untuk wilayah Kaltim sebenarnya berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Stoknya cukup. Yang menjadi masalah adalah persoalan operasional dari SPBU ke SPBU," kata Rudy selepas rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Kegubernuran Kaltim, Senin (21/9).

Menurut Rudy, persoalan antrean BBM ini tidak hanya terjadi di Kaltim, tetapi juga melanda beberapa daerah tetangga, khususnya di kawasan Sulawesi. Salah satu hal utama yang disorotinya adalah jam layanan SPBU yang dinilai belum maksimal melayani publik. Ia menilai SPBU seharusnya beroperasi penuh selama 24 jam untuk memecah kepadatan kendaraan, alih-alih tutup lebih awal.Namun di lapangan, masih banyak SPBU yang sudah menghentikan layanannya pada pukul 22.00 WITA.

Selain masalah jam operasional, Rudy membeberkan bahwa terbatasnya jumlah SPBU di kawasan perkotaan, seperti Balikpapan, turut memperparah antrean kendaraan. Minimnya jumlah SPBU di Kota Minyak tersebut dipicu oleh rendahnya minat pelaku usaha untuk berinvestasi mendirikan SPBU baru di area padat penduduk.

Rudy mengungkapkan ada dua kendala utama yang kerap menjadi pertimbangan para pengusaha hingga enggan menambah tempat pengisian BBM di sana.

"Satu, tingkat marginnya yang tipis. Yang kedua, arealnya yang sempit di wilayah Balikpapan," tandasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
rudy mas'ud