Lobi Langsung Kementerian PU, Gubernur Kaltim Desak Perbaikan Jalur Utama Kubar Hingga Berau

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Rudy Mas
Rudy Mas'ud

BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan desakan keras kepada pemerintah pusat untuk segera mempercepat perbaikan dan pemeliharaan jalan nasional yang rusak parah di wilayah Kaltim. Kerusakan di sejumlah titik krusial, seperti ruas menuju Kutai Barat (Kubar), Kutai Timur, hingga Berau, dinilai sudah sangat mengganggu mobilitas warga dan memicu risiko kecelakaan tinggi.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Rudy secara langsung kepada Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar, saat menghadiri Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Balikpapan, Selasa (6/10/2026).

Rudy menyadari adanya keterbatasan fiskal pada APBN akibat dinamika geopolitik dan ekonomi global. Namun, ia menegaskan bahwa perawatan akses utama masyarakat tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Tidak apa-apa kita tidak dibuatkan jalan baru, asal jalan eksisting dirawat, dipelihara, dan segera diperbaiki kalau ada yang rusak. Jangan sampai terjadi seperti di Kutai Barat. Sudah tidak dibangun jalan baru, yang lama juga tidak diperbaiki,” tegas Rudy.

Ia juga menggambarkan keprihatinannya atas kondisi fisik jalan di lapangan yang kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

“Bontang–Kutai Timur jalannya sudah bukan retak buaya lagi, tapi sudah berlubang-lubang. Ini berpotensi besar menyebabkan kecelakaan,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas PUPR Kaltim, dari total 301,97 kilometer jalan nasional menuju Kutai Barat, sebanyak 34,55 persen di antaranya saat ini berada dalam kondisi rusak.

Guna mempercepat konektivitas daerah, Pemprov Kaltim turut menawarkan skema kolaborasi pendanaan dengan pusat, salah satunya untuk pembangunan ruas Sotek (Penajam Paser Utara) menuju Bongan (Kutai Barat) sepanjang 88 kilometer yang dapat memangkas waktu tempuh menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menanggapi keluhan tersebut, Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar berjanji akan menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) setempat untuk merumuskan strategi percepatan dan pengalokasian anggaran pemeliharaan secepat mungkin. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
rudy mas'ud