PROKAL.co, Kutai Timur- Setelah lebih dari 36 tahun menanti, masyarakat di empat desa Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, kini dapat menikmati layanan listrik 24 jam. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menghadirkan layanan tersebut di Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari sebagai bagian dari upaya memperluas akses kelistrikan hingga ke wilayah perdesaan.
Pengoperasian layanan listrik 24 jam tersebut diresmikan pada Senin (5/10) di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan. Kegiatan dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, manajemen PLN UP3 Bontang, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur Deky Hermawan, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, serta para kepala desa di Kecamatan Batu Ampar.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan hadirnya listrik 24 jam di empat desa tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memperluas manfaat kelistrikan dan mendukung aktivitas masyarakat.
“Lebih dari 36 tahun masyarakat menanti hadirnya layanan listrik yang dapat mendukung aktivitas sepanjang hari. Hari ini, penantian tersebut mulai terwujud. Bagi kami, hadirnya listrik 24 jam bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan beraktivitas,” ujar Chaliq.
Menurut Chaliq, momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya semangat kebersamaan dan pemerataan manfaat pembangunan, termasuk dalam penyediaan akses energi.
“Semangat Hari Kesaktian Pancasila kami maknai melalui upaya menghadirkan manfaat pembangunan secara lebih merata. Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, kami terus berupaya agar masyarakat di wilayah perdesaan juga dapat merasakan manfaat listrik untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan produktivitas,” tambahnya.
Hadirnya listrik 24 jam disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan layanan tersebut telah lama dinantikan masyarakat dan diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai aktivitas di desa.
“Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini harapan masyarakat untuk menikmati listrik 24 jam akhirnya terwujud. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Batu Ampar karena listrik sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, maupun aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Ardiansyah.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan listrik secara bijak dan aman serta menjaga instalasi kelistrikan yang telah tersedia.
“Yang tidak kalah penting, mari kita gunakan listrik dengan aman dan sesuai ketentuan. Jangan melakukan penyambungan secara ilegal karena dapat membahayakan diri sendiri maupun lingkungan,” tambahnya.
Manager PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, mengatakan terwujudnya layanan listrik 24 jam di empat desa tersebut merupakan hasil sinergi antara PLN, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Pengembangan kelistrikan di wilayah perdesaan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. Dukungan pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan masyarakat sangat membantu PLN dalam menyiapkan infrastruktur dan mempercepat proses penyambungan,” kata Luddie.
Saat ini, sebanyak 222 sambungan rumah tangga di Desa Mawai Indah dan 125 sambungan di Desa Mugi Rahayu telah terealisasi. Sementara di Desa Beno Harapan telah tersambung 214 dari target 320 sambungan, dan Desa Himba Lestari sebanyak 119 dari target 186 sambungan.
Dengan demikian, sedikitnya 680 sambungan rumah tangga di empat desa tersebut telah terealisasi. Penyambungan pelanggan lainnya akan terus dilakukan secara bertahap seiring kesiapan infrastruktur jaringan dan proses administrasi pelanggan.
Bagi masyarakat, hadirnya listrik 24 jam membuka lebih banyak peluang untuk menjalankan aktivitas tanpa terbatas waktu. Anak-anak memiliki waktu belajar yang lebih fleksibel, pelaku usaha dapat memperluas waktu operasional, sementara berbagai aktivitas sosial masyarakat dapat berlangsung lebih optimal.
PLN memastikan upaya memperluas akses dan meningkatkan manfaat kelistrikan akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Setelah puluhan tahun menjadi harapan, listrik 24 jam kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Batu Ampar sekaligus membuka peluang baru bagi desa untuk tumbuh dan berkembang.
Editor : Wawan