Selain itu, dari aspek medis, onani sendiri memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan seseorang. Dikutip dari klikdokter.com, jika dari jenis kelamin, laki-laki cenderung lebih sering melakukan onani dibandingkan perempuan. Sedangkan beberapa dampak dari masturbasi adalah yang pertama luka pada alat kelamin.
Baik menggunakan alat bantu atau tidak, jika hanya fokus pada hasrat seksual tanpa memerhatikan keamanan, potensi luka pada alat kelamin cenderung lebih besar.
Terlalu sering onani juga dapat menurunkan sensitivitas dalam hubungan seksual. Biasanya dialami oleh mereka yang telah memiliki pasangan. Semakin sering intensitas onani, semakin tinggi pula standar kepuasan seksual seseorang. Bahkan berpotensi mengganggu keharmonisan bersama pasangan.
Tidak hanya itu, terlalu sering masturbasi juga berakibat pada ejakulasi diri ketika berhubungan dengan pasangan. Pria menjadi susah mengendalikan keluarnya sperma ketika berhubungan seks.
Onani juga dapat berdampak pada gejala psikis seseorang. Karena terdapat norma, aturan atau hukum tentang onani, seseorang bisa mengalami rasa bersalah telah melakukannya.
Rasa bersalah ini dapat memicu stress dan menurunkan produktivitas dari seseorang. Beberapa riset mengatakan bahwa terlalu sering onani dapat menimbulkan kanker prostat, meskipun masih perlu pendalaman mengenai temuan ini.
Sedangkan resiko yang kerap kali terjadi adalah kecanduan. Mereka yang sering bermasturbasi, pikirannya dipenuhi dengan seksualitas, hingga menjadikannya candu jangka panjang. Bahkan ketika pria tergoda sedikit memainkan alat kelaminnya, ia tidak dapat mengendalikan dorongan masturbasi tersebut. (*)