Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Turunkan Berat Badan dengan Tidak Makan Nasi, Ini Plus Minusnya

Indra Zakaria • 2024-05-27 15:40:00
ilustrasi nasi
ilustrasi nasi

Prokal.co - Nasi sudah menjadi makanan pokok hampir di seluruh daratan Asia, terutama India dan Asia bagian timur hingga ke tenggara.

Bahkan di Indonesia, sangat melekat suatu istilah, "Tidak makan nasi berarti belum makan". Artinya, segala makanan yang disantap tidak diartikan sebagai makan besar apabila belum mengonsumsi nasi.  

Selain itu, sumber karbohidrat selain nasi dianggap tidak mengenyangkan. Meski sudah makan dalam jumlah yang banyak, belum lengkap jika makan tanpa adanya nasi. 
 
Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ahli nutrisi India di Sri Balaji Action Medical Institute, tidak mengonsumsi nasi selama satu bulan bisa menurunkan berat badan, dilansir dari laman News18 pada Senin, (27/05).
 
Nasi adalah sumber pati dan berbagai nutrisi lainnya, namun mengonsumsi nasi secara berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan peningkatan kadar gula darah. 
 
Satu bulan tanpa nasi bisa membantu dalam proses penurunan berat badan, namun dengan catatan bahan pengganti nasi bukanlah bahan yang memiliki kalori dan kandungan gula yang sama seperti nasi.
  
Tidak mengonsumsi nasi bisa menghentikan asupan gula dalam darah. Jika tubuh secara konsisten kekurangan asupan gula, maka tubuh akan memulai pembakaran lemak.
 
Apabila seseorang ingin kembali mengonsumsi nasi setelah sekian lama tidak makan nasi, ada catatan penting yang harus diperhatikan. Mulailah konsumsi nasi dengan porsi kecil secara bertahap. 
 
Mengonsumsi nasi dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya setelah berpuasa nasi, bisa menyebabkan lonjakan kadar gula dalam darah yang signifikan.
 
Ada baiknya, jika akan kembali mengonsumsi nasi atau gula, gunakan porsi yang kecil dengan kombinasi sayur dan protein yang lebih banyak. Mengonsumsi sedikit nasi setelah lama berpuasa gula tidak akan menyebabkan tubuh mengalami kenaikan gula darah secara signifikan.
 
Seseorang yang biasa menjadikan nasi sebagai makanan utama bisa kehilangan asupan vitamin B apabila memutuskan berhenti makan nasi. 
 
Imbangi pola makan dengan mengombinasikan berbagai sayur dan buah agar tidak kehilangan vitamin B yang ada dalam nasi.
 
Meniadakan nasi dalam menu makan bisa menyebabkan penurunan massa otot pada kasus ekstrem. Tujuan dari tidak makan nasi adalah untuk membakar lemak, bukan mengurangi kadar protein.
 
Pada kasus ekstrem, ketika tubuh tidak memiliki cadangan bahan bakar energi seperti lemak, tubuh akan memulai membakar protein yang menyebabkan penurunan massa otot. Sehingga ada baiknya jika melakukan diet tanpa nasi, nutrisi seperti vitamin, serat, dan protein mulai diperbanyak agar tubuh tetap sehat seimbang.***
Editor : Indra Zakaria