Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ikatan Dokter Indonesia Memberikan Informasi dan Pengobatan Terkait Penyakit Kanker Serviks

Erwin D. Nugroho • Minggu, 24 November 2024 - 17:12 WIB

(Foto oleh Ivan-balvan dari iStockphoto)
(Foto oleh Ivan-balvan dari iStockphoto)

PROKAL.CO, BERBICARA tentang penyakit, salah satu penyakit yang berbahaya adalah kanker serviks. Jumlah pengidap kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus pada tahun 2021, atau 17,2% dari total kanker pada wanita.

Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia juga tinggi, yaitu 21.003 kematian atau 19,1% dari total kematian akibat kanker.

Pengidap penyakit kanker serviks perlu penanganan yang cepat dan tepat agar tidak menimbulkan dampak lebih parah di kemudian hari.

IDI adalah singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950.

IDI berfungsi untuk menaungi dan mengembangkan profesi kedokteran di seluruh Indonesia, serta berafiliasi dengan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

IDI Kota Purworejo dengan alamat website idikotapurworejo.org  melakukan kolaborasi dengan IDI Kota Rembang dengan alamat website idikotarembang.org menjelaskan bahwa kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di leher rahim (serviks) tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor ganas.

Kanker serviks dapat disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual.

IDI Kota Sragen dengan alamat website idikotasragen.org telah bekerja sama dengan IDI Kota Sukoharjo dengan alamat website idikotasukoharjo.org  menjelaskan kanker serviks berkembang pada sel-sel di leher rahim dan merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang dialami oleh wanita.

Kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, saat penyakit berkembang, terjadi pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk pendarahan setelah berhubungan seksual.

IDI Kota Tegal beralamat website idikotategal.org melakukan penelitian lanjutan terkait kanker serviks, apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit kanker serviks kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

 

Apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit kanker serviks?

(Foto oleh PonyWang dari iStockphoto)
(Foto oleh PonyWang dari iStockphoto)

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa kanker serviks, atau kanker leher rahim, disebabkan oleh berbagai faktor, dengan penyebab utama adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV). Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kanker serviks meliputi:

  1. Infeksi HPV

Lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, terutama tipe HPV 16 dan 18, yang bertanggung jawab atas lebih dari 70% kasus kanker ini. HPV ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan perubahan sel di leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani.

  1. Faktor keturunan atau genetik

Pengidap kanker serviks pada umumnya memiliki anggota keluarga yang pernah menderita kanker serviks sehingga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dan perilaku seksual

Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih rentan terhadap infeksi HPV dan perkembangan kanker serviks. Selain itu, memulai hubungan seksual pada usia muda dan memiliki banyak pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terpapar HPV.

  1. Melahirkan banyak anak

Wanita yang melahirkan lebih dari lima anak atau melahirkan pada usia sangat muda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker serviks.

 

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks?

(Foto oleh boonsom dari iStockphoto)
(Foto oleh boonsom dari iStockphoto)

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa pengobatan kanker serviks melibatkan berbagai jenis obat yang digunakan tergantung pada stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks meliputi:

  1. Cisplatin

Obat ini adalah salah satu kemoterapi yang paling umum digunakan untuk kanker serviks. Cisplatin bekerja dengan menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker. Pemberian dilakukan melalui infus ke dalam pembuluh darah.

  1. Avastin (Bevacizumab)

Obat ini menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang diperlukan tumor untuk tumbuh. Pemberian dilakukan melalui infus dan biasanya diberikan setiap dua atau tiga minggu sekali.

  1. Pembrolizumab

Pembrolizumab merupakan imunoterapi yang membantu meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap sel-sel kanker. Ini biasanya diberikan kepada pasien yang mengalami kekambuhan setelah kemoterapi.

Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis onkologi untuk menentukan regimen pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi pasien. Setiap pasien mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda berdasarkan respons terhadap pengobatan dan efek samping yang mungkin terjadi. (*)

Editor : Erwin D. Nugroho
#Ikatan Dokter Indonesia (IDI)