Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ancaman di Balik Rasa Manis: Studi Ungkap Gula Tambahan Percepat Penuaan Sel pada Wanita

Redaksi Prokal • 2026-02-16 14:35:00
Ilustrasi kulit mulus
Ilustrasi kulit mulus

PROKAL.CO— Impian untuk tetap tampil awet muda kini menghadapi tantangan serius dari kebiasaan konsumsi gula sehari-hari. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi secara signifikan dapat mempercepat proses penuaan sel, terutama pada wanita. Fenomena ini membuat usia biologis seseorang bisa menjadi jauh lebih tua dibandingkan usia kronologis yang tertera pada kalender.

Dorothy Chiu, PhD, peneliti dari Universitas California San Francisco, menjelaskan bahwa gula bukan sekadar pemanis, melainkan agen inflamasi yang memicu stres oksidatif dalam tubuh. Kondisi ini terjadi ketika radikal bebas merusak jaringan sel karena jumlahnya melampaui kapasitas antioksidan alami tubuh. Akibatnya, terjadi peradangan kronis yang secara langsung mempercepat laju penuaan biologis manusia.

Penelitian yang memantau pola makan 350 wanita di California Utara ini menggunakan metode analisis air liur canggih yang disebut penanda GrimAge. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan kaya nutrisi anti-inflamasi, seperti pada pola makan Mediterania, memiliki usia biologis yang jauh lebih muda. Sebaliknya, asupan gula tambahan terbukti tetap berbahaya bahkan bagi mereka yang sudah berusaha menjalankan diet sehat; efek buruk gula mampu "menghapus" manfaat dari sayur dan buah yang dikonsumsi.

Lebih jauh lagi, kelebihan gula diketahui memengaruhi epigenetika, yaitu cara perilaku dan lingkungan mengubah kinerja gen dalam tubuh. Julia Zumpano, seorang dietisien dari Cleveland Clinic, menambahkan bahwa kadar gula yang tinggi secara langsung mengganggu sistem metabolisme. Gangguan pada metabolisme ini dipastikan berdampak buruk pada kualitas pertumbuhan sel-sel tubuh secara keseluruhan.

Meskipun rata-rata peserta dalam studi tersebut mengonsumsi sekitar 60 gram gula tambahan per hari, para ahli kesehatan memberikan peringatan keras untuk membatasi asupan tersebut jauh di bawah angka tersebut. Pengurangan konsumsi gula tambahan menjadi langkah krusial yang tidak bisa ditawar jika ingin menjaga fungsi sel tetap optimal dan mencegah penuaan dini dari dalam tubuh. (*)

Editor : Indra Zakaria