Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Rahasia Genetik di Balik Bau Badan: Mengapa Warga Asia Timur Jarang Berbau Menyengat?

Redaksi Prokal • 2026-02-19 10:45:00
Ilustrasi bau badan.
Ilustrasi bau badan.

PROKAL.CO- Fenomena perbedaan bau badan di berbagai belahan dunia ternyata bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan dipengaruhi oleh faktor genetika yang sangat mendasar. Penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas orang Jepang dan banyak masyarakat di Asia Timur lainnya memiliki sedikit hingga hampir tidak ada bau badan sama sekali.

Hal ini secara ilmiah disebabkan oleh mutasi pada gen ABCC11, yang secara efektif menonaktifkan produksi keringat tertentu yang biasanya menjadi makanan bagi bakteri penyebab bau.

Di Jepang, kebersihan tubuh bahkan telah menjadi bagian dari etika sosial yang sangat ketat. Mengenakan parfum dengan aroma yang menyengat saat berada di transportasi umum atau ruang publik dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan (smell harassment). Budaya ini muncul karena masyarakat setempat sangat sensitif terhadap aroma tajam, mengingat bau alami tubuh mereka sendiri yang cenderung netral.

Perbedaan Komposisi Keringat: Eropa vs Afrika

Berbeda dengan populasi Asia Timur, masyarakat di wilayah Eropa dan Afrika memiliki komposisi keringat yang lebih kompleks. Bagi orang Eropa, keringat yang dihasilkan secara alami akan berbau menyengat ketika bereaksi dengan bakteri di permukaan kulit. Namun, penelitian menunjukkan bahwa orang Afrika memiliki intensitas bau yang lebih kuat karena produksi zat kimia alami yang lebih tinggi.

Tubuh orang Afrika tercatat menghasilkan lebih banyak asam asetat, asam butirat, dan senyawa E-3M2H dibandingkan dengan orang Eropa. Kombinasi dari senyawa-senyawa organik ini menciptakan aroma tubuh yang lebih tajam dan khas. Perbedaan ini merupakan hasil dari evolusi dan adaptasi biologis terhadap lingkungan serta iklim di wilayah masing-masing selama ribuan tahun.

Fakta Menarik tentang Tipe Kotoran Telinga

Satu fakta unik yang berkaitan dengan gen ABCC11 adalah hubungannya dengan tipe kotoran telinga. Orang yang memiliki mutasi gen ini (seperti mayoritas warga Asia Timur) cenderung memiliki kotoran telinga tipe kering. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki mutasi tersebut—dan cenderung memiliki bau badan lebih kuat—biasanya memiliki kotoran telinga tipe basah atau lengket.

Pemahaman mengenai fakta genetik ini membantu kita menyadari bahwa bau badan adalah proses biologis yang alami dan sangat bervariasi antar ras. Hal ini juga menjelaskan mengapa industri produk penghilang bau badan seperti deodran jauh lebih masif di negara-negara Barat dan Afrika dibandingkan di Jepang atau Korea Selatan, di mana kebutuhan akan produk tersebut secara biologis memang jauh lebih rendah. (*)

Editor : Indra Zakaria