Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ancaman Diabetes Usia Muda: Dokter Sebut Larangan Jajanan Saja Tak Cukup, Anak Perlu Literasi Kesehatan

Indra Zakaria • 2026-02-26 14:00:00

ilustrasi diabetes day
ilustrasi diabetes day

PROKAL.CO – Tren lonjakan kasus diabetes dan penyakit degeneratif yang mulai menyerang usia muda memicu keprihatinan mendalam dari dr. Cahyono, seorang dokter penggiat kesehatan holistik. Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Kasisolusi, ia menegaskan bahwa sekadar melarang jajanan di sekolah bukanlah solusi jitu jika tidak dibarengi dengan pendidikan kesehatan yang fundamental sejak dini.

dr. Cahyono menyoroti realitas lingkungan saat ini yang membuat anak-anak sangat mudah terpapar makanan tinggi gula, tepung olahan, hingga zat aditif. Mulai dari mini market, gerai makanan cepat saji, hingga minuman kemasan kekinian tersedia hampir di setiap sudut jalan, termasuk di sekitar area sekolah.

"Kebijakan pelarangan jajanan tidak sehat di sekolah akan menjadi tidak efektif jika literasi kesehatan anak masih rendah. Tanpa pemahaman, anak-anak akan tetap mencari makanan serupa di luar sekolah tanpa menyadari dampak jangka panjang bagi tubuh mereka," ungkapnya.

Menurut dr. Cahyono, akar masalah kesehatan generasi muda saat ini terletak pada rendahnya literasi kesehatan di kalangan anak dan orang tua. Masih banyak keluarga yang belum sepenuhnya memahami hubungan antara konsumsi gula berlebih dengan kerusakan metabolisme dan resistensi insulin.

Ia mengusulkan agar pendidikan kesehatan dimasukkan ke dalam kurikulum sejak sekolah dasar (SD) dengan bahasa yang sederhana. Tujuannya agar anak-anak tidak merasa sedang "dilarang", melainkan diberikan penjelasan logis tentang apa yang terjadi di dalam organ tubuh mereka saat mengonsumsi makanan tertentu secara berlebihan.

“Anak-anak harus diberi pemahaman, bukan sekadar dilarang. Kalau mereka paham logikanya, mereka akan memiliki mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kesehatan mereka sendiri,” tegas dr. Cahyono.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa meningkatnya penyakit kronis pada usia produktif bukan hanya masalah kesehatan individu, melainkan ancaman besar bagi negara. Penanganan penyakit kronis membutuhkan biaya medis yang sangat tinggi melalui anggaran kesehatan nasional.

Jika pencegahan dini melalui edukasi gagal dilakukan, beban pembiayaan kesehatan akan terus membengkak dan berisiko menggerus anggaran yang seharusnya bisa dialokasikan untuk sektor penting lainnya seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Kesadaran akan gaya hidup sehat kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan investasi vital untuk menyelamatkan generasi masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria