Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspadai Gejala Kanker Usus Besar: Dari BAB Berdarah Hingga Perubahan Pola Buang Air

Redaksi Prokal • 2026-03-10 14:00:00

ilustrasi sakit perut
ilustrasi sakit perut

PROKAL.CO– Kanker usus besar sering kali menjadi ancaman mematikan yang kurang mendapatkan perhatian dibandingkan jenis kanker lainnya. Padahal, penyakit ini memiliki tanda-tanda fisik yang bisa dikenali sejak dini jika masyarakat lebih peka terhadap perubahan pada tubuh mereka, terutama terkait aktivitas pencernaan.

Dokter spesialis bedah digestif, Kiki Lukman seperti lansir Liputan6.com, menekankan bahwa salah satu gejala yang paling berbahaya adalah munculnya darah saat buang air besar. Meskipun darah pada tinja sering kali identik dengan ambeien, kewaspadaan tinggi harus tetap dikedepankan, khususnya bagi mereka yang telah memasuki usia di atas 40 tahun. Menurutnya, keluhan tersebut bisa jadi merupakan indikasi adanya pertumbuhan tidak normal pada dinding usus, bukan sekadar gangguan wasir biasa.

Selain pendarahan, gejala lain yang patut dipantau adalah diare terus-menerus yang disertai lendir dalam jangka panjang tanpa ada tanda-tanda kesembuhan. Munculnya benjolan di area perut atau perubahan drastis pada pola buang air besar, seperti sulit BAB hingga tidak bisa buang angin sama sekali, merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani di rumah sakit. Gejala-gejala ini muncul karena adanya tumor yang mulai menyumbat jalur pembuangan pada usus besar yang memiliki panjang sekitar satu setengah meter di bagian ujung pencernaan.

Kiki menjelaskan bahwa usus besar berfungsi menampung sisa makanan setelah airnya diserap, terutama di bagian sebelah kiri. Sisa makanan atau tinja ini bisa tersimpan hingga 24 jam sebelum dikeluarkan. Selama durasi tersebut, terjadi interaksi antara dinding usus dengan zat-zat yang terkandung dalam kotoran. Apa yang kita konsumsi sangat memengaruhi perilaku dinding usus ini; pola makan yang buruk dapat memicu perubahan sel menjadi benjolan atau tumor yang terus membesar.

Keganasan kanker ini tidak hanya berhenti pada tempat asalnya, tetapi bisa menyebar ke organ tubuh lain melalui proses metastasis atau anak sebar. Jika sudah mencapai tahap ini, kondisi kesehatan pasien akan menurun drastis dan dapat mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, mengenali perubahan perilaku usus sejak dini menjadi langkah krusial untuk mencegah dampak fatal dari kanker usus besar. (*)

Editor : Indra Zakaria