Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jangan Anggap Sepele Anak Sering Miringkan Kepala, Bisa Jadi Itu Tanda Mata Malas

Indra Zakaria • 2026-03-15 08:00:00

ilustrasi mata malas pada anak.
ilustrasi mata malas pada anak.

PROKAL.CO— Pernahkah Anda memperhatikan si kecil sering memicingkan mata atau memiringkan kepala saat sedang fokus melihat sesuatu? Jangan buru-buru menganggapnya sebagai kebiasaan unik. Bisa jadi, itu adalah sinyal dari Mata Malas atau dalam istilah medis disebut Amblyopia.

Mata malas bukanlah sekadar mata yang "kurang gerak", melainkan kondisi serius di mana saraf antara otak dan salah satu mata tidak terhubung dengan baik. Akibatnya, otak "pilih kasih"—ia hanya memproses gambar dari mata yang kuat dan mengabaikan sinyal dari mata yang lemah. Jika dibiarkan, penglihatan pada mata tersebut bisa menurun secara permanen.

Mengapa Mata Bisa Menjadi "Malas"?

Kondisi ini biasanya mulai berkembang sejak lahir hingga usia 7 tahun. Ada beberapa pemicu utama yang perlu diwaspadai orang tua:

Mata Juling (Strabismus): Posisi mata yang tidak sejajar membuat otak menerima dua gambar berbeda, sehingga otak terpaksa mengabaikan salah satunya.

Gangguan Refraksi: Perbedaan tajam antara mata kanan dan kiri (misal: satu mata rabun jauh, satu normal) membuat otak hanya mengandalkan mata yang lebih jernih.

Katarak Anak: Kaburnya lensa mata sejak dini menghalangi cahaya masuk, sehingga saraf mata tidak berkembang sempurna.

Kelopak Mata Terkulai (Ptosis): Secara fisik menghalangi pandangan anak.

Anak yang lahir prematur atau memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa memiliki risiko lebih tinggi terkena gangguan ini.

Deteksi Dini di Rumah: Tes Sederhana untuk Orang Tua

Anak-anak sering kali tidak sadar bahwa penglihatan mereka bermasalah karena mereka merasa "baik-baik saja" dengan satu mata yang dominan. Anda bisa melakukan tes kecil di rumah:

Coba tutup salah satu mata anak secara bergantian saat ia melihat objek. Jika anak merasa terganggu atau marah saat mata yang "baik" ditutup, itu pertanda kuat bahwa mata yang satunya sedang mengalami gangguan penglihatan.

Kabar baiknya, mata malas bisa disembuhkan! Namun, kuncinya adalah kecepatan. Tingkat kesembuhan sangat tinggi jika ditangani sebelum anak berusia 6 tahun. Setelah usia tersebut, tantangan medis menjadi lebih berat.

Beberapa metode yang lazim digunakan dokter spesialis mata antara lain:

Kacamata Koreksi: Untuk memperbaiki perbedaan fokus.

Terapi Penutup Mata (Patching): Menutup mata yang sehat selama 2–6 jam sehari guna "memaksa" otak menggunakan kembali mata yang malas.

Tetes Mata Khusus: Membuat pandangan mata yang sehat menjadi kabur sementara agar mata yang malas bekerja lebih keras.

Operasi: Langkah terakhir jika penyebabnya adalah katarak atau kelainan otot mata yang parah.

Jangan menunda pemeriksaan. Tanpa penanganan yang tepat, mata malas dapat memicu komplikasi pada otot bola mata hingga kebutaan permanen. Lakukan pemeriksaan rutin saat anak berusia 6 bulan, 3 tahun, dan sebelum memasuki usia sekolah. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama jika itu menyangkut jendela dunia buah hati Anda. (*)

Editor : Indra Zakaria