Sering Dikira Sehat atau Biasa, 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Diam-diam Merusak Ginjal!

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:45 WIB
Ilustrasi ginjal normal (kiri) dan ginjal yang sudah rusak (kanan).
Ilustrasi ginjal normal (kiri) dan ginjal yang sudah rusak (kanan).
 

 

PROKAL.CO- Gangguan ginjal sering kali dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam. Tanpa rasa sakit yang ekstrem, tanpa perubahan gejala urine yang mencolok, fungsi organ vital ini bisa merosot secara perlahan. Tragisnya, tak sedikit pasien baru menyadari kondisi tersebut saat fungsi ginjal mereka sudah tersisa kurang dari 10 persen.

Secara fisik, ginjal yang mengalami gagal fungsi akan menunjukkan perubahan drastis dibandingkan ginjal sehat—mulai dari ukurannya yang mengecil, warna yang memucat, hingga tekstur permukaannya yang berkerut dan penuh jaringan parut.

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa banyak orang tanpa sadar melakukan kebiasaan yang memicu kerusakan organ penyaring darah ini setiap harinya. Berikut adalah tujuh kebiasaan harian yang secara diam-diam menjadi perusak ginjal:

Mengkonsumsi Parasetamol dan Ibuprofen Bersamaan

Banyak orang menggabungkan kedua jenis obat ini demi mendapatkan efek pereda nyeri yang lebih kuat. Padahal, kombinasi tersebut secara langsung berisiko merusak tubulus ginjal dan menjadi pemicu bencana kesehatan jika dilakukan tanpa pengawasan medis.

Konsumsi Minuman Berenergi Secara Berlebihan

Kandungan kafein tinggi, taurin, dan kadar gula yang melonjak dalam minuman berenergi dapat memicu penyempitan arteri ginjal serta peningkatan tekanan darah. Mengkonsumsinya secara rutin setiap hari menempatkan ginjal dalam kondisi stres kronis.

Sering Menahan Buang Air Kecil

Menahan kencing selama berjam-jam menciptakan tekanan balik dari kandung kemih yang penuh, merangsang urin untuk terdorong kembali ke arah ginjal. Kebiasaan yang dilakukan bertahun-tahun ini berpotensi menimbulkan bekas luka permanen pada jaringan ginjal.

Asupan Bubuk Protein berlebih (Overload)

Setiap gram protein yang masuk ke dalam tubuh harus disaring oleh ginjal. Beban kerja berlebih yang berlangsung terus-menerus dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal, terutama bagi mereka yang tidak menyadari telah memiliki indikasi awal Penyakit Ginjal Kronis (CKD).

Tekanan Darah Tinggi yang Tidak Terkontrol

Hipertensi merupakan penyebab nomor satu gagal ginjal di dunia. Banyak penderita tekanan darah tinggi merasa tubuhnya sehat dan baik-baik saja karena tidak merasakan gejala fisik, hingga akhirnya kerusakan organ terjadi. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi kunci krusial.

Dehidrasi Ringan yang Berkelanjutan

Bukan sekadar rasa haus sesaat, melainkan kondisi kurang cairan ringan yang terjadi secara kronis. Indikator paling mudah untuk dikenali adalah warna urine; jika urine terus-menerus berwarna kuning pekat di siang hari, itu tandanya ginjal sedang bekerja keras di bawah tekanan.

Penggunaan Obat Anti-Inflamasi (NSAID) Tanpa Kontrol

Mengkonsumsi obat-obatan jenis NSAID seperti ibuprofen, diklofenak, atau naproksen secara rutin tiap minggu dapat menurunkan aliran darah menuju ginjal. Kasus kerusakan ginjal akibat penggunaan obat anti-nyeri jangka panjang ini kerap dijumpai oleh para praktisi medis.

Mengenali dan membatasi tujuh kebiasaan di atas serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin merupakan langkah paling efektif untuk menjaga ginjal tetap berfungsi optimal hingga usia tua. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
ginjal