Sering Suka Lapar dan Ingin Makan Terus? Kenali 3 Faktor Utama Penyebab Nafsu Makan Melonjak

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:45 WIB

Ilustrasi makan.

Ilustrasi makan.

PROKAL.CO- Fenomena selalu merasa lapar atau keinginan untuk terus mengonsumsi makanan kerap dialami oleh banyak orang. Kondisi yang memicu lonjakan nafsu makan ini tidak muncul tanpa alasan, melainkan dapat dipengaruhi oleh gabungan pola hidup, kondisi emosional, hingga faktor medis.

Para ahli kesehatan memetakan setidaknya tiga faktor utama yang menjadi dalang di balik rasa lapar berlebih:

  1. Faktor Gaya Hidup dan Kebiasaan

    Pilihan nutrisi dan pola istirahat harian memegang peranan vital dalam mengontrol rasa lapar. Kebiasaan kurang tidur dapat memicu ketidakseimbangan hormon ghrelin (pemicu lapar) dan menekan hormon leptin (pemberi sinyal kenyang). Selain itu, pola makan yang minim serat dan protein membuat proses pencernaan berlangsung terlalu cepat. Konsumsi karbohidrat sederhana berlebih juga berbahaya karena memicu sugar crash atau penurunan gula darah secara mendadak yang merangsang rasa lapar tiba-tiba. Kondisi dehidrasi atau kurang minum air putih kerap kali teperdaya oleh otak sebagai sinyal rasa lapar.

  2. Faktor Psikologis

    Kondisi mental dan emosional memiliki dorongan kuat terhadap perilaku makan. Saat seseorang mengalami stres atau kecemasan, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi comfort food (makanan tinggi gula, lemak, atau garam). Selain stres, fenomena emotional eating sering terjadi ketika seseorang makan bukan karena lapar fisik, melainkan untuk mengatasi kebosanan, kesepian, atau kelelahan.

  3. Faktor Medis dan Kondisi Kesehatan

    Kenaikan nafsu makan yang tidak biasa juga bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan. Kondisi hipertiroidisme membuat metabolisme bekerja terlalu cepat sehingga tubuh terus-menerus meminta asupan energi. Pada penderita diabetes tipe 2 atau resistensi insulin, glukosa gagal masuk ke dalam sel tubuh sehingga otak menangkap sinyal bahwa tubuh sedang kelaparan. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid hingga antidepresan, juga dikenal memiliki efek samping meningkatkan nafsu makan.

Untuk meredam lonjakan nafsu makan tersebut, beberapa langkah awal yang dapat dilakukan antara lain mencukupi kebutuhan air putih saat rasa lapar mendadak muncul, memperbanyak asupan protein dan serat, memastikan istirahat malam selama 7–8 jam, serta mengelola stres dengan baik.

Namun, apabila keluhan ingin makan terus ini berlangsung lama dan diiringi gejala lain—seperti perubahan berat badan yang drastis, sering buang air kecil, haus berlebih, atau tubuh terasa sangat lelah—masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
makan