Kolaborasi BPOM dan Yakult, Akselerasi Inovasi Probiotik untuk Kesehatan Masyarakat

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:44 WIB
KESEHATAN: Seminar internasional yang berlangsung secara hybrid dari Auditorium Gedung Merah Putih BPOM Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
KESEHATAN: Seminar internasional yang berlangsung secara hybrid dari Auditorium Gedung Merah Putih BPOM Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

PROKAL.CO, JAKARTA – PT Yakult Indonesia Persada berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat komitmen jaminan kualitas dan pengembangan inovasi pangan fungsional melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk Probiotics, Opportunities and Challenges for Development.

Berlangsung secara hybrid dari Auditorium Gedung Merah Putih BPOM Jakarta, Selasa (4/8/2026). 

Agenda ini menghadirkan lebih dari 300 peserta yang terdiri dari unsur regulator, akademisi, peneliti, hingga praktisi kesehatan dan industri obat dan makanan.

Baca Juga: Duri Ikan Tersangkut di Tenggorokan? Ini Langkah Darurat Pertama yang Benar dan Aman

Penyelenggaraan seminar ini menjadi wadah edukasi serta diskusi strategis untuk merespons pesatnya perkembangan riset mikroorganisme, khususnya pemanfaatan probiotik pada produk pangan olahan, suplemen kesehatan, dan farmasi. 

Kolaborasi ini menekankan pentingnya pembuktian ilmiah, kepastian regulasi, serta jaminan keamanan dan mutu guna memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Toshiyuki Iwamoto, menyampaikan bahwa Yakult secara konsisten mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui peran probiotik LcS (Lactobacillus casei strain Shirota) yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan.

“Yakult berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan BPOM demi memastikan probiotik menjadi bagian yang lebih dekat dalam kehidupan masyarakat, serta terus berkontribusi bagi kesehatan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Toshiyuki Iwamoto.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menggarisbawahi peran berbagai pihak untuk masa depan inovasi probiotik yang aman, berkualitas tinggi, dan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dunia.

“Seminar ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, ilmuwan, akademisi, dan industri demi memajukan inovasi yang bermanfaat bagi publik. Model ini kami sebut sebagai konsep ABGC, kolaborasi akademisi, bisnis, dan pemerintah,” tegas Taruna Ikrar melalui video.

Baca Juga: Duka Mahasiswa KKN Jadi Alarm Keras! Akademisi ULM Desak Pemerintah Benahi Total 'Jalur Maut' Batulicin–Banjarbaru

Seminar internasional ini menghadirkan tiga pakar terkemuka di bidang mikroorganisme dan probiotik dari Jepang dan Indonesia yang memberikan pemaparan komprehensif.

Yakni, Masanobu Nanno, Advisor Yakult Central Institute, Japan, yang memaparkan tentang Probiotics and the Path to a Healthier Society. 

Dia Mengulas evolusi penelitian mikrobiota usus dan mekanisme ilmiah di mana bakteri probiotik bekerja mempertahankan keseimbangan ekosistem usus, menekan populasi patogen serta menstimulasi sistem imun tubuh dan lainnya.

Dia membeber, pengalaman penerapan regulasi probiotik di Jepang dan negara lain sebagai model dalam menjamin keamanan konsumsi harian masyarakat guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Ada juga Takuya Akiyama, Science Researcher Yakult Central Institute, Japan, yang membawakan materi tentang Global Trends in Probiotic Research, Innovation, and Applications.

Dia menjelaskan peran usus sebagai “hub” utama kesehatan tubuh serta bagaimana kondisi ketidakseimbangan mikrobiota usus (gut dysbiosis) berkorelasi dengan berbagai penyakit sistemik dan metabolik.

Dia mempresentasikan hasil riset dan rekam jejak komersialisasi produk probiotik di Jepang yang kini semakin meluas.

Sementara Lilis Nuraida dari Institut Pertanian Bogor, Indonesia, membeberkan tentang Microbial Biodiversity as a Potential Source of Probiotics Development.

Mengeksplorasi potensi melimpah keanekaragaman hayati mikroorganisme di Indonesia, khususnya isolat bakteri asam laktat (BAL) yang berasal dari bahan pangan tradisional fermentasi nusantara.

Baca Juga: Peluang Kerja ke Luar Negeri Terbuka, Tiga Negara Ini Butuh Tenaga Kerja Indonesia, Ini Peluangnya

Dia menegaskan pentingnya pengujian ilmiah yang komprehensif terkait identitas strain, efikasi, dan jaminan keamanan sebagai landasan sah pencantuman klaim probiotik.

Melalui kolaborasi dalam Seminar Internasional ini, PT Yakult Indonesia Persada dan BPOM RI optimis dapat mendorong ekosistem inovasi pangan dan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah. 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat hadirnya produk-produk probiotik yang aman, bermutu tinggi, dan berdaya saing, guna mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. (*)

Editor : Faroq Zamzami
jakarta yakult bpom