Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Informasi Begal di Juata Laut Tarakan, Ternyata Akal-akalan

Radar Tarakan • 2024-05-22 10:20:12
ilustrasi begal
ilustrasi begal

Setelah dilakukan penyelidikan, didapati dugaan pembegalan yang terjadi di Jalan P. Aji Iskandar Jembatan Putih Kelurahan Juata Laut pada 16 Mei lalu adalah hoaks. Kemudian informasi begal tersebut hoaks, dipastikan setelah adanya pengakuan yang sebenarnya disampaikan oleh RK (17) yang mengaku menjadi korban pembegalan.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasi Humas, IPDA Anita Susanti Kalam mengatakan, berdasarkan keterangan yang didapatkan dari RK, semua informasi dugaan begal yang ia buat setelah ia mendapati dompet miliknya hilang.

"Jadi di dompet yang hilang itu terdapat uang yang harus dibayarkan untuk membeli buku sekolah," katanya. 

Baca Juga: ODGJ di Tarakan Berkeliaran, Berharap Perhatian Keluarga

Setelah panik dompetnya hilang, RK pun bertindak seolah-olah ia terkena aksi pembegalan. Saat itu, RK keluar dari rumah menuju Pelabuhan Ferry menggunakan sepeda motor merk yamaha MIO soul warna hijau. Dompet miliknya disimpan di kantong motor.

"Dia sempat singgah membeli snack dan menggunakan uang yang diambil dari dompetnya," ujar Anita. Setelah itu, RK melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Ferry, lalu ketika melewati Bukit Tengkorak, RK berhenti sejenak mengambil dan memindahkan dompet yang sebelumnya diletakkan dikantong motor ke kantong celananya bagian belakang.

Setelah kemarin dari Pelabuhan Ferry, RK memeriksa kantong celananya bagian belakang, namun ia tak menemukan dompetnya. RK kemudian panik lantaran di dompetnya masih ada uang untuk membeli buku dan beberapa keperluan sekolahnya. "Dari awal keterangan RK ini terbelit-belit," imbuhnya.

Akhirnya RK mengakui bahwa ia mengarang cerita habis terkena begal, lantaran takut dimarahi orangtuanya. 

Setelah  didampingi oleh kakak kandungnya, barulah RK mengaku dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. RK mengakui pembegalan tersebut tidaklah terjadi. Adapun jumlah uang yang hilang dan seharusnya dibayarkan untuk keperluan sekolah sebesar Rp 400.000.

"Kita dalami apakah akan diproses keterangan bohongnya ini karena sudah sempat menghebohkan masyarakat," pungkasnya. (zar/lim)

 

 
Editor : Indra Zakaria