Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Percaya Omongan Dukun, Pria Ini Lakukan Penganiayaan Wanita Hamil hingga Janinnya Meninggal Dunia di Tapin

Rasidi Fadli • Rabu, 4 September 2024 - 22:45 WIB
BERI KETERANGAN: Kabag Ops Polres Tapin AKP Ismat Wahyudi didampingi Kasat Reskrim AKP Zuhri Muhamad dan Kasi Humas Iptu Saepudin menggelar konferensi pers. (Foto: Rasidi Fadli)
BERI KETERANGAN: Kabag Ops Polres Tapin AKP Ismat Wahyudi didampingi Kasat Reskrim AKP Zuhri Muhamad dan Kasi Humas Iptu Saepudin menggelar konferensi pers. (Foto: Rasidi Fadli)

 

 Motif kasus penganiayaan perempuan hamil hingga janin di kandungannya meninggal dunia di Kabupaten Tapin akhirnya terungkap. Pelakunya bernama Nurmansyah (28), seorang petani warga Desa Kambang Habang Baru, Kecamatan Salam Babaris. Ia menganiaya seorang perempuan bernama Mahrita (27) yang sedang hamil di Jalan Makam Datu Sanggul, Desa Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kalsel.

Kabag Ops Polres Tapin AKP Ismat Wahyudi saat memimpin konferensi pers memberitahukan, motif dari tersangka melakukan penganiayaan adalah karena sakit hati dan percaya dukun bahwa istrinya sakit-sakitan karena di guna-guna oleh korban. 

"Tersangka ini percaya omongan orang pintar, bahwa istri tersangka sering sakit-sakitan karena diguna-guna korban," ucapnya, Rabu (4/9/2024) di Gazebo Polres Tapin didampingi Kasat Reskrim AKP Zuhri Muhamad dan Kasi Humas Iptu Saepudin.

Karena itulah penganiayaan ini dilakukannya, hingga korban mengalami luka-luka dan janin di kandungan yang masih berusia 6 bulan meninggal dunia.

"Untuk korban hingga sekarang masih tahap pemulihan, ia menerima 11 mata luka karena dianiaya dengan membabi buta oleh pelaku," tuturnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim AKP Zuhri, bahwa usai melakukan penganiayaan pelaku sempat melarikan diri selama tiga hari.

"Kami meringkusnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tepatnya di rumah temannya. Ia ditangkap tanpa ada perlawanan," katanya.

Penganiayaan sendiri terjadi Jumat (16/8) sekira pukul 18.00 Wita. Kejadian berawal saat korban naik sepeda motor sendirian. Saat itu, korban diikuti oleh pelaku.

"Merasa diikuti, korban kemudian mampir di rumah temannya. Ternyata didatangi oleh pelaku. Cekcok mulut sempat terjadi antara korban dan pelaku," katanya.

Beberapa saat usai cekcok, ternyata pelaku membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau dan langsung mengeluarkannya.

“Ditebaslah korban dengan sajam tersebut hingga mengalami luka-luka dan sempat dirawat di RSUD Datu Sanggul Rantau,” ucapnya.

 
 
Editor : Indra Zakaria