Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Di Balik Tragedi Penusukan Santri di HST, Pelaku Sakit Hati Sering Dibully

Redaksi • 2025-08-24 10:30:00
DIAMANKAN: Pelaku pembunuh santri di HST (tengah) ditangkap polisi setelah melakukan aksinya. ( Foto: Istimewa Radar Banjarmasin)
DIAMANKAN: Pelaku pembunuh santri di HST (tengah) ditangkap polisi setelah melakukan aksinya. ( Foto: Istimewa Radar Banjarmasin)

 

BARABAI – Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalimantan Selatan, masih mendalami kasus penusukan yang menewaskan seorang santri berinisial MF (21) di salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Pandawan. Pelakunya diduga sesama santri berusia 15 tahun dengan inisial MN.

Kasi Humas Polres HST, Ipda Rusman Taufik, mengungkapkan dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pelaku dipicu rasa sakit hati akibat sering mendapat perlakuan perundungan alias di-bully dari korban.

“Keterangan saksi-saksi terus kami gali untuk memastikan motif sebenarnya,” ujarnya, Jumat (22/8/2025). Polisi berhasil mengamankan pelaku tak lama setelah insiden tersebut terjadi dan langsung membawanya ke Mapolres HST untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Meski tersangka masih tergolong anak di bawah umur, Taufik menegaskan bahwa penanganan perkara tetap mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

“Penanganannya dilakukan oleh Satreskrim Polres HST bersama Polsek Pandawan dengan prosedur peradilan anak,” tambahnya.

Sebelumnya, insiden berdarah itu berlangsung Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 03.00 WITA. Korban yang ditusuk saat tidur sempat berlari keluar sambil membawa Al-qur'an dan meneriakkan takbir, sebelum akhirnya meninggal dunia di teras musala.

Menurut keterangan penjaga ponpes, sehari sebelum kejadian kedua santri tersebut masih terlihat akrab bahkan ikut lomba peringatan HUT RI tanpa tanda-tanda adanya perselisihan. (*)

 

Editor : Indra Zakaria