AMUNTAI - Warga Desa Kota Raden Hulu, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (9/10) sekitar pukul 16.00 Wita, heboh. Seorang pria tiba-tiba mendekap pria bermain catur di Terminal Banua Lima Amuntai dan langsung menyayat lehernya.
Korban sempat berusaha lari, namun kembali tusukan pisau pelaku berhasil mengenai tubuh belakang sebelah kiri. Karena pendarahan hebat, ia meregang nyawa di depan terminal terbesar di daerah tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku pembunuhan sadis tersebut bernama Ramayannor (49), warga Desa Kota Raja Kecamatan Sungai Pandan. Sehari-hari ia berprofesi sebagai seorang sopir. Sementara korban, Rahmadinnor (49) warga Sungai Awang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan.
Kapolres HSU, AKBP Ahmad Arif Sopiyan melalui Kasat Reskrim, Iptu Kamaruddin menyampaikan pelapor Gazali Rahman yang juga adik korban mendapat kabar melalui telepon bahwa kakaknya dikabarkan masuk rumah sakit akibat dianiaya pelaku. Kemudian pelapor pergi ke rumah sakit Pambalah Batung Amuntai dan melihat korban telah meninggal dunia.
Ia lalu datang ke Polres HSU untuk melaporkan kejadian tersebut. Dan berdasarkan hasil penyelidikan Unit Jatanras, pihaknya memburu Rama. Pria ini diringkus di Jalan Brigjen Hasan Basri Rt 01 Desa Kota Raden Hulu (samping Terminal Banua Lima, red).
"Dari keterangan pelaku, ia mengaku karena sakit hati dengan korban. Pelaku menderita sakit karena kecelakaan 3 tahun yang lalu dan yang merawat adalah orang tuanya. Sedangkan istri pelaku meninggalkannya," katanya.
Istrinya tersebut, diketahuinya kawin dengan korban, teman satu profesinya. Satu tahun terakhir kondisi kesehatannya mulai pulih dari sakit dan bisa keluar. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, pelaku bertemu korban di warung terminal. Ia kemudian pulang dan mengambil senjata tajam.
Begitu kembali ke warung, Rama mendekati Rahmadinnor yang sedang main catur. Ia langsung menyayat leher dari arah belakang. Korban mencoba berdiri dan berontak, namun kembali tusukan pisau mengenai bagian pinggang belakang. Sempat berlari sekitar 10 meter, korban akhirnya tersungkur di trotoar.
Untuk motif, jelas Kamarudin, pelaku sakit hati dan dendam dengan korban. Karena, saat ia menderita sakit, temannya ini justru kawin dengan istri yang meninggalkannya. “Barang bukti pisau dan pelaku sudah di Polres HSU guna proses lebih lanjut," tandasnya. (mar/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin