Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bukan Hanya Penyapu Jalan yang Ditipu, Teman Sekantor pun Jadi Korban Oknum Dinas Lingkungan Hidup itu

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 4 Desember 2020 - 17:04 WIB
KONFERENSI PERS: Kepala DLH Banjarmasin Mukhyar dan pejabatnya memberikan penjelasan atas ulah bawahannya, kemarin (3/12). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
KONFERENSI PERS: Kepala DLH Banjarmasin Mukhyar dan pejabatnya memberikan penjelasan atas ulah bawahannya, kemarin (3/12). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar membeberkan, bukan hanya warga yang ditipu oknum itu. Sesama pegawai DLH juga menjadi korbannya.

---

BANJARMASIN - Belasan warga direkrut menjadi petugas kebersihan dengan uang jaminan Rp15 juta per orang. Oknum itu menjadikan lahan penyapuan jalan sebagai ajang bisnis.

Sementara dengan rekan sekantor, dia memohon pinjaman uang. Alasannya untuk modal usaha. Bahkan, ada yang mau mengutangi Rp25 juta.

"Kalau ditaksir lebih Rp100 juta. Karena ada lima pegawai yang meminjaminya uang," kata Mukhyar.

Kemarin (3/12), DLH menggelar konferensi pers demi meredam kegaduhan tersebut. Sehari sebelumnya (2/12), belasan penyapu jalan yang merasa ditipu mendatangi Balai Kota.

Salah satu pegawai DLH yang menjadi korban oknum itu berinisial FN. Dia meminjamkan Rp30 juta pada April lalu. "Sebagian sudah dibayar, sisa Rp10 juta," sebut FN.

Sayang, identitas oknum ini tidak dibuka. Cuma diketahui, oknum ini seorang staf DLH dengan pangkat golongan III A.

Oknum itu sudah tiga pekan tak masuk kantor. Meminta izin sakit agar dibolehkan bekerja dari rumah.

Kembali pada Mukhyar, ia menegaskan tak pernah membuka lowongan petugas kebersihan. Apalagi dengan menarik duit kepada si pelamar.

"Mengapa kami tidak menambah petugas kebersihan? Karena anggaran kami terbatas. Apabila merekrut, sama saja dengan bunuh diri. Pakai apa kami menggaji mereka," tegasnya.

Lagian, jumlah petugas dan luas area yang harus dibersihkan sudah ideal. "Sementara sudah cukup. Kami berdayakan yang ada saja. Tapi bila nakal, jelas kami berhentikan," lanjutnya.

Dia berharap, masyarakat bisa belajar dari kasus ini. Tak ada salahnya untuk mengkonfirmasi ke DLH dulu.

"Jangan mudah percaya. Datang dan tanyakan langsung ke kantor kami agar lebih jelas," pesannya. 

 

Inspektorat dan BKD Akan Bertindak

RABU (2/11) malam, oknum aparatur sipil negara (ASN) itu dua kali menelepon Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki.

Dia menitipkan pesan, siap mengganti semua uang yang dituntut petugas kebersihan yang ia rekrut secara ilegal.

Baik pungutan Rp15 juta per orang, gaji yang menunggak selama beberapa bulan, plus semua utangnya.

"Setelah menelepon, kami SMS agar membuat surat pernyataan tertulis. Obrolan itu juga didengarkan dua orang saksi," cerita Marzuki, kemarin (3/12).

Dalam percakapan itu, oknum ini menyatakan, ini murni masalah pribadi. Tak terkait dengan instansi tempatnya bekerja.

Tapi DLH takkan semudah itu membiarkannya. "Akan kami kawal. Kami tunggu beberapa hari, karena katanya masih sakit," tegasnya.

Soal status kepegawaian, akan diproses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Untuk tunjangan kinerja juga sudah kami off (putus). Kami tidak menilai kinerjanya lagi," pungkas Marzuki.

Apalagi, Kepala DLH Banjarmasin juga merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Inspektorat. Pengawas internal pemko itu akan memeriksanya.

"Kami akan periksa terkait penyalahgunaan wewenang," tegas Mukhyar secara terpisah.

Pegawai nakal ini dijadwalkan menghadiri pemanggilan DLH pada Senin (7/12) depan. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Kebersihan dan Taman #Kriminal Penipuan