Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Viral Pria Dibegal di Atas Jembatan Kuin, Tapi Harta Benda Tak Diambil

izak-Indra Zakaria • Jumat, 8 Juli 2022 - 12:23 WIB
KORBAN: Fauzi terbaring di RSUD Ansari Saleh. FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN
KORBAN: Fauzi terbaring di RSUD Ansari Saleh. FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

 M Fauzi(47), warga Kuin Utara RT 9 Banjarmasin Utara, masih terbujur lemah di ruang rawat inap RSUD dr Moch Ansari Saleh Banjarmasin.

Pria ini viral di sosial media. Ia disebut menjadi korban pembegalan di atas Jembatan Kuin, penghubung Kuin Utara dan Kuin Selatan, Rabu (6/7) subuh. Ketika ditemui, Fauzi masih terlihat lemas. Di sampingnya ada saudaranya, Maya, dan seorang perempuan lain. 

Maya(36) mengakui, kakaknya sempat diinformasikan menjadi korban begal di sosial media. Tetapi, ia menepis anggapan itu. “Kalau dibilang begal, mungkin tidak. Sementara uang, kendaraan, dan handphone kakak saya masih ada,” ucapnya.

Maya menduga, kakaknya menjadi korban salah sasaran. Soalnya, ia mengetahui sifat saudaranya yang tak pernah mengurusi orang.

“Katanya pelaku tak mengenakan helm dan tak pakai masker. Saat itu, kebetulan di jembatan gelap,” ujarnya.

Radar Banjarmasin, Kamis (7/7) sore, mencoba berkomunikasi dengan Fauzi dan mulai bisa bicara. Menurutnya, setiap hari ia beraktivitas dari pukul 4 subuh hingga pagi hari dengan mengendarai motor Yamaha Vega. 

Fauzi mengantarkan kue-kue olahan keluarganya ke warung-warung di kawasan Pasir Mas di Jalan Pangeran Moch Noor, Banjarmasin Barat. Selesai tugas, kembali pulang melintasi Jembatan Kuin.

Merasa perut sakit, ia lalu menghentikan motor di atas jembatan. Tak ada perasaan takut atau was-was. Tiba-tiba datang dua orang menaiki motor. Posisinya berseberangan jalan. Mereka berhenti dan satu orang turun, berjalan ke arah dirinya.

Tanpa basa-basi, orang itu menghunuskan senjata tajam (sajam) dan menyerang. Fauzi spontan menangkis menggunakan tangan kiri. Namun, pelaku terus menyerangnya.

Ia sempat berteriak minta ampun. Tetapi, pelaku membabi-buta. “Kejadianya sekitar jam setengah enam. Situasinya masih sepi,” tuturnya.

Lelaki ini sempat terjatuh di jalan. Sekuat tenaga ia naik motor dan menjalankan agar bisa sampai ke rumah. Ia tak sadar jika di perutnya luka serius. Sementara, dua pria asing itu berlalu begitu saja. 

“Pelan-pelan saya naik motor, dan sampai rumah langsung tumbang dan tak sadar,” ujarnya.

Keluarganya pun panik. Mereka berusaha memberikan pertolongan agar darah tak keluar deras. Fauzi lantas dibawa ke rumah sakit.

“Saya tidak kenal dengan orang itu. Saya juga merasa tak punya musuh. Orang itu juga tak ada basa-basi,” cetusnya.
Fauzi mengalami luka menganga di pergelangan tangan dan perut. Kondisi itu membuatnya harus dioperasi. “Kata dokter, tulang di bagian perut kiri patah,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Utara Kompol Agus S menyatakan, peristiwa itu bukan aksi begal. Sebab itu, tak ada barang berharga milik korban yang diambil.

“Kita belum bisa berandai-andai atau menduga-duga. Apakah korban salah sasaran atau motif dendam. Sejauh ini korban masih dalam penanganan intensif rumah sakit. Kasus ini masih kami selidiki,” pungkasnya.(lan)

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria