Untuk kebenarannya, Radar Banjarmasin mengonfirmasi Kapolres Kotabaru, AKBP Tri Suhartanto, melalui telepon WhatsApp, Minggu (5/5) siang, menanyakan terkait peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat di Bumi Sa-Ijaan.
Dalam klasifikasinya, Kapolres Kotabaru menegaskan, bahwa tidak ada penyerangan terhadap ulama di Kotabaru secara sengaja. Dijelaskannya, awal ceritanya pria yang sedang mabuk ini masuk ke dalam masjid dan diusir oleh jemaah yang ada dan dibantu kepolisian.
Setelah itu, lanjutnya, pria itu tetap ngotot masuk dan diusir keluar. Saat dikejar pria itu pun takut dan lari ke depan. “Karena jemaah banyak dan ia jatuh ke depan dekat KH Burhanuddin,” ungkapnya.
Dan setelah itu, tambahnya, pria itu ternyata membawa kunci dan panik hingga menggenai KH Burhanuddin.
“Intinya, di sini tidak ada penyerangan yang secara sengaja, dan sekarang pelakunya sudah diamankan. Dan ternyata pelaku juga buronan dengan kasus yang berbeda, yaitu penipuan,” tutur Kapolres.“Terkait kasusnya, akan kita sampaikan kemudian,” jelas Kapolres.
Sedangkan Muhammad Rafi, salah seorang jemaah yang hadir dalam majelis itu juga membenarkan apa yang dikatakan Kapolres Kotabaru, bahwa tidak ada penyerangan terhadap ulama.
“Sebenarnya tidak ada penyerangan. Yang beredar di sosial media judulnya tidak sama dengan kenyataan bahwa guru kita diserang,” katanya. Ia menekankan, jangan sampai ada pandangan di Kotabaru ulama sedang dalam ancaman.
Dari informasi yang Radar Banjarmasin terima, KH Burhanudin mengalami lecet dan memar di tangan kiri atas akibat kena kunci kendaraan yang dibawa pemuda mabuk itu. (*)