Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Berawal Ejekan Nama Daerah, jadi Perkelahian Berdarah di Banjarmasin

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 15 Mei 2024 - 19:15 WIB
RILIS KASUS: Tersangka Armando (21) di belakang Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Aris Munandar. (FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN)
RILIS KASUS: Tersangka Armando (21) di belakang Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Aris Munandar. (FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN)

Prokal.co - Polsek Banjarmasin Barat menggelar konferensi pers atas kasus perkelahian berdarah di Jalan Belitung Darat, Senin (13/5). 

Tersangka Arm (21) dihadirkan mengenakan baju tahanan oranye. Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Aris Munandar mengatakan, tersangka sempat kabur ke Kandangan.

Hingga dibekuk tim gabungan Resmob Polda Kalsel, Jatanras Polresta Banjarmasin, dan Polres Hulu Sungai Selatan pada Ahad (12/5) dini hari. 

"Diamankan pukul 01.00 Wita di Desa Baluti, HSS," kata Aris didampingi Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Ipda Mazun Koso.

Keduanya saling mengenal, sama-sama sopir truk. Tapi antara pelaku dan korban MA (22) ada dendam lama.

Hingga Sabtu (11/5) sore keduanya bertemu di jalan. Korban naik sepeda motor, sedangkan pelaku naik truk tangki pengangkut solar. 

"Korban menggeber knalpotnya, dibalas pelaku. Situasi semakin memanas," tambahnya.

Keduanya menghentikan kendaraannya masing-masing, adu pandang dan cekcok mulut.

Namun, pelaku turun dari truknya dan meminta maaf. Armando rupanya masih bisa menahan amarahnya. 

Tapi korban menolak permintaan maaf itu. Hingga korban mengajak duel di Jalan Gubernur Subarjo. 

Setiba di lokasi, tepatnya di Jembatan Basirih, pelaku tidak menemukan lawan seterunya.

Dia lalu pulang ke Kuin Cerucuk, memarkir truknya, dan mengambil belati sepanjang 23 sentimeter di indekosnya.

"Pelaku mendatangi korban di TKP yang berjarak 200 meter dari indekosnya. Tanpa basa-basi, pelaku menusukkan pisau sebanyak tujuh kali ke tubuh korban," terang Aris.

Luka tusuk di belakang kepala, dada kanan, perut kiri, dan lengan kiri. Korban pada akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Setelah korban ambruk, pelaku bergegas melarikan diri ke HSS dengan menumpangi mobil travel.  

Lalu, apa pokok masalahnya? Arm mengatakan, Agustian kerap mengejek nama daerah kelahirannya. Itu menyinggung perasaannya.

"Saya sudah coba meminta maaf, tapi malah semakin menjadi-jadi dan menantang duel. Dia mengaku jagoan, tapi saya datangi malah tidak muncul. Kesabaran saya habis," akunya. "Hati saya terlanjur panas. Saya serang dia di tempat biasa mangkal," lanjutnya. 

Armando mengaku menyesal. Tapi nasi sudah menjadi bubur. "Saya menyesal, mengakui perbuatan ini, dan berharap permohonan maaf saya bisa diterima keluarga korban," ujarnya.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 340 sub 338 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup," tutup kapolsek. (*)

Editor : Indra Zakaria