Perkelahian sengit antar pemuda terjadi di kawasan wisata Teluk Bogam, perbatasan Teluk Bogam dan Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) belum lama tadi, terekam kamera video ponsel warga dan beredar di media sosial. Perkelahian ditengah pengunjung yang menikmati libur lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah itu, melibatkan pemuda Desa Kubu dan pengunjung dari Lamandau, dan videonya sempat direkam warga, hingga tersebar di media sosial.
Informasi dihimpun dari salah satu warga Desa Teluk Bogam bernama Do, peristiwa perkelahian di desa mereka tersebut bermula ketika sekelompok pemuda dari desa lain yang jumlahnya mencapai 20 an orang. Mereka diketahui minum-minuman keras di pantai. “Entah apa yang melatarbelakangi, sehingga diantara mereka ini terlibat perkelahian, padahal mereka satu desa,” ujarnya.
Menurut Do, ketika aksi tawuran terjadi melayang sebatang kayu dan mengenai anak salah satu pengunjung pantai. Dan diketahui perkelahian terjadi ketika pengunjung sedang padat-padatnya. Kayu yang dilempar dari tengah perkelahian tersebut mengakibatkan seorang anak kecil mengalami luka.
Kemudian orang tua dari anak tersebut marah dan mendatangi kelompok yang sedang berkelahi itu. Bukannya meminta maaf, orang tua korban yang diketahui merupakan warga Lamandau tersebut justru dikeroyok oleh kelompok pemuda itu, yang sebagian besar dalam pengaruh minuman keras.
Mendapati salah satu keluarga mereka dikeroyok, rombongan wisatawan dari Lamandau yang datang dengan 3 mobil itu, kemudian ikut membantu dan terlibat perkelahian sengit.
Warga Desa Teluk Bogam yang mengetahui ada perkelahian di wilayah mereka berusaha untuk melerai, dan mereka menyuruh kelompok pemuda dari Desa itu untuk pulang. “Saya kebetulan ada di lokasi kejadian, dalam 3 jam kelompok pemuda itu 3 kali terlibat perkelahian sesama mereka, dan yang terakhir dengan warga Lamandau. Pengunjung dari Lamandau ini adalah pengunjung dan semuanya sudah berkeluarga, mereka marah karena salah satu anak dari mereka terkena lemparan kayu,” bebernya.
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian atas peristiwa tersebut, namun keterangan warga bahwa mereka sudah melaporkan peristiwa yang bisa mencoreng kamtibmas di tempat wisata tersebut ke kepolisian. Ia berharap, agar pelaku yang minum-minuman keras dan terlibat tawuran dari desa Kubu diproses hukum. “Mereka semua warga Kubu, dan peristiwa ini mencoreng nama baik wisata di Desa Teluk Bogam,” pungkas Dodi. (tyo/gus)
Editor : Indra Zakaria