Warga Balikpapan Selatan digegerkan oleh kabar mengenaskan: seorang bayi berusia 6 bulan ditemukan meninggal dunia dalam kondisi lemas usai dititipkan oleh sang ibu kepada seorang remaja berinisial AB (17) yang saat itu diketahui dalam keadaan mabuk. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis pagi (24/4) di sebuah kamar kos di wilayah Kecamatan Balikpapan Selatan.
Sumber dari kepolisian membenarkan kejadian tersebut, namun hingga kini penyebab pasti kematian bayi tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi belum menetapkan pelaku, sambil menunggu hasil pemeriksaan forensik.
“Benar, tapi untuk penyebab kematiannya kami masih dalam penyelidikan. Belum ada yang ditetapkan sebagai pelaku,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar SH, saat dikonfirmasi Jumat (25/4).
Diduga Tertidur dan Menindih Bayi dalam Kondisi Mabuk
Menurut keterangan dari kuasa hukum AB, H. Indra Gunawan SH., MH dan Yuliana Rombe SH, remaja tersebut mengaku diminta oleh ibu korban untuk menjaga bayinya, meskipun ia sudah mengatakan bahwa dirinya dalam pengaruh alkohol. Meski begitu, sang ibu tetap meninggalkan anaknya di kamar dan bahkan mengunci pintu dari luar.
“AB sempat teriak ‘jangan dikunci dari luar’, tapi tetap dikunci. Dia akhirnya tertidur dalam keadaan mabuk, dan tanpa sadar tubuhnya menindih bayi tersebut. Saat ibunya kembali dan membuka pintu, bayinya sudah berwarna kuning kebiruan,” jelas Indra.
Tragisnya, saat ditemukan, bayi tersebut sudah tidak bernyawa. AB yang panik hanya bisa duduk kebingungan di jembatan depan kosan, tidak tahu harus berbuat apa. Ia kemudian diamankan pihak kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut.
Pelaku Masih Di Bawah Umur, Polisi Gunakan Prosedur Khusus
AB yang baru akan genap berusia 18 tahun dalam 10 hari, secara hukum masih dikategorikan sebagai Anak Berhadapan Hukum (ABH). Hal ini membuat proses hukum terhadapnya berbeda dari orang dewasa, dan disertai dengan batas waktu penanganan cepat.
“Kita punya waktu 7 hari untuk menyelesaikan proses ini karena statusnya masih anak di bawah umur. AB juga masih sekolah dan wajib mendapatkan pendampingan hukum yang layak,” tambah Indra.
Peristiwa ini menuai reaksi keras dari warganet. Banyak yang mempertanyakan keputusan sang ibu menitipkan anaknya kepada seseorang yang sudah jelas-jelas dalam kondisi tidak sadar.
“Ini bukan sekadar kelalaian. Kok bisa tega ninggalin bayi ke orang mabuk, terus dikunci pula dari luar?” tulis salah satu netizen di media sosial. Kejadian ini menjadi sorotan tajam publik dan menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam menitipkan anak, terutama kepada orang yang tidak dalam kondisi layak.(moe/ono)
Editor : Indra Zakaria