SAMARINDA - Usianya sudah lanjut, namun tindakannya jauh dari teladan. Seorang pria berinisial TEH (68) diamankan aparat Polsek Samarinda Ulu usai diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang pelajar perempuan berusia 17 tahun. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (10/7/2025) malam di sebuah warung yang berada di kawasan Jalan Pangeran Suryanata, Perumahan Puspita, Kelurahan Bukit Pinang.
Korban, berinisial SNA, saat itu tengah berbelanja ketika mendapat perlakuan yang membuatnya terkejut dan tidak nyaman. Ia segera meninggalkan lokasi dan menyampaikan kejadian tersebut kepada keluarganya, yang selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.
Tak lama setelah laporan diterima, anggota Polsekta Samarinda Ulu bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bukit Pinang segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan awal. Beberapa saksi dimintai keterangan, termasuk seorang warga yang secara tidak sengaja merekam kejadian tersebut.
Video berdurasi 1 menit 34 detik yang memperlihatkan dugaan tindakan tak senonoh itu kemudian menyebar luas di media sosial dan grup pesan instan. Cuplikan tersebut memperlihatkan gerak-gerik TEH yang dengan sengaja memegang kemaluannya saat berhenti saat mengendarai motor Honda Vario KT 2982 MT di depan warung.
Mirisnya lagi, aksi tersebut dilakukan saat TEH membonceng seorang bocah di bagian depan. Video ini pun sontak memicu kemarahan warganet dan menjadi viral dalam hitungan jam.
“Rekaman itu menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan. Kami bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku pada malam yang sama, sekitar pukul 23.00 Wita di sekitar lokasi kejadian,” jelas Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan, Jumat (11/7/2025).
Dari hasil pemeriksaan awal, TEH mengakui perbuatannya. Ia kini telah diamankan di Mapolsekta Samarinda Ulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Pelaku memang sudah lanjut usia, tapi tindakannya tidak bisa dibenarkan. Apalagi ini menyangkut kenyamanan dan keamanan anak di bawah umur. Kami tidak akan menoleransi perbuatan seperti ini,” tegas Wawan.
Kapolsekta juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui kejadian serupa. Menurutnya, partisipasi warga dan kecepatan informasi sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan atau pelecehan terhadap kelompok rentan.
“Kami akan tangani setiap laporan, demi menciptakan lingkungan yang aman bagi warga, khususnya perempuan dan anak,” tutupnya. (kis/nha)
Editor : Indra Zakaria