SAMPIT – Aksi kriminalitas bersenjata api kembali menghantui wilayah hukum Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, seorang bos atau toke sawit di Kecamatan Parenggean menjadi korban keganasan komplotan perampok yang berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp551 juta pada Sabtu (10/1/2026) pagi.
Peristiwa perampokan ini terjadi saat uang ratusan juta tersebut sedang dibawa oleh orang kepercayaan korban untuk disetorkan ke pabrik kelapa sawit. Kejadian bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika korban bernama Sumardi, warga Bukit Harapan, Parenggean, meminta pekerjanya yang bernama Panji untuk mengantar uang hasil timbangan sawit (replas).
Uang tunai tersebut dimasukkan ke dalam tas ransel dan diserahkan kepada Panji di kediaman Sumardi di Jalan Padat Karya. Tanpa rasa curiga, Panji berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor matik menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT KIU yang berada di Desa Kabuau.
Namun, maut hampir menjemput saat Panji melintasi jalan sepi di kawasan kebun plasma, tepatnya di perbatasan lahan antara PT SMP dan PT KIU. Secara tiba-tiba, perjalanan Panji dicegat oleh empat pria misterius yang mengenakan masker penutup wajah.
Aksi tersebut berlangsung sangat cepat dan terencana. Salah satu pelaku langsung mencabut senjata api dan menodongkannya ke arah Panji. Korban yang terkejut sempat didorong hingga tersungkur dari sepeda motornya. Di bawah ancaman moncong senjata api, Panji tak berkutik dan terpaksa menyerahkan tas ransel berisi uang Rp551 juta tersebut.
Tidak hanya menguras uang tunai, para pelaku juga merampas telepon genggam korban serta mencabut kunci kontak sepeda motor agar Panji tidak bisa mengejar atau meminta bantuan dengan cepat. Setelah mendapatkan barang jarahan, komplotan ini langsung tancap gas melarikan diri ke dalam rimbunnya perkebunan kelapa sawit.
Korban yang ditinggalkan dalam kondisi syok akhirnya berhasil ditemukan oleh petugas keamanan (sekuriti) PT KIU yang langsung memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut ke pihak berwajib.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polres Kotim dan Polsek Parenggean tengah melakukan penyelidikan intensif serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga tengah memburu identitas keempat pelaku yang diduga sudah memantau rutinitas korban sebelum melancarkan aksinya. (*)
Editor : Indra Zakaria