Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Rekonstruksi Pembunuhan Ketua RT di Baru Ulu Memanas, Tersangka Bantah Isu Hubungan Terlarang

Moeso Novianto • 2026-01-21 10:13:28
RAMAI NONTON: Proses rekonstruksi menjadi tontonan warga. Bahkan seorang warga digiring oleh polisi usai mencoba mendekati lokasi rekonstruksi. (MOESO/BALPOS)
RAMAI NONTON: Proses rekonstruksi menjadi tontonan warga. Bahkan seorang warga digiring oleh polisi usai mencoba mendekati lokasi rekonstruksi. (MOESO/BALPOS)

 

BALIKPAPAN – Suasana tegang menyelimuti Mapolsek Balikpapan Barat saat berlangsungnya rekonstruksi kasus pembunuhan Ketua RT 02 Kelurahan Baru Ulu, RH, pada Selasa (20/1/2026). Reka adegan yang sengaja dipindahkan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke kantor polisi demi alasan keamanan tersebut tetap diwarnai luapan emosi keluarga korban.

Keputusan kepolisian memindahkan lokasi rekonstruksi terbukti tepat. Puluhan warga dan kerabat korban tampak memadati area luar pagar Mapolsek. Ketegangan memuncak saat tersangka, SM, dihadirkan ke hadapan publik. Teriakan histeris dari pihak keluarga pecah, menuding tersangka melakukan tindakan keji terhadap korban.

"Woy, waktu kamu buang kakak saya ke laut, dia masih hidup!" teriak salah seorang wanita dari balik pagar dengan nada emosional.

Aparat kepolisian bahkan harus bertindak sigap saat seorang wanita mencoba menerobos barikade petugas demi mendekati tersangka. Beruntung, situasi berhasil diredam sebelum terjadi kontak fisik. Petugas kemudian mengarahkan warga untuk tetap berada di luar area sterilisasi guna kelancaran proses hukum.

Di tengah proses rekonstruksi yang memeragakan 7 adegan kunci tersebut, tersangka SM akhirnya angkat bicara mengenai rumor yang beredar di masyarakat. Didampingi kuasa hukumnya, Yohanes Maroko, SM membantah keras tuduhan adanya hubungan spesial atau perselingkuhan dengan almarhum RH.

SM mengklaim bahwa dirinya bukan merupakan pihak yang mengejar korban, melainkan sebaliknya. "Kalau dari versi saya, mungkin di mata orang saya dibilang pelakor, tapi bagi saya, almarhum ini yang terlalu berharap sama saya," ujar SM membela diri.

Ia menegaskan bahwa intensitas pertemuan mereka sangat minim dan tidak pernah terjadi hubungan fisik sebagaimana isu yang santer terdengar. "Saya jarang bertemu almarhum, baru sekitar tiga kali. Jadi tidak ada hubungan spesial seperti rumor di luar, dan tidak ada hubungan badan dengan korban," tegasnya.

Kasus pembunuhan yang terjadi pada November 2025 ini menarik perhatian publik karena posisi korban sebagai tokoh masyarakat setempat. Dengan selesainya tahap rekonstruksi ini, penyidik Polsek Balikpapan Barat akan segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan guna proses peradilan lebih lanjut.(*)

Editor : Indra Zakaria