SAMPIT – Jagat media sosial di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendadak dihebohkan dengan beredarnya video aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang pria terhadap ayah kandungnya sendiri. Peristiwa memprihatinkan tersebut dilaporkan terjadi di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, pada Kamis siang, 22 Januari 2026. Aksi penganiayaan ini menjadi perbincangan luas setelah rekaman amatir warga tersebar melalui berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya.
Dalam video yang beredar, pelaku yang merupakan seorang pria dewasa terlihat melakukan tindakan kekerasan secara fisik hingga sang ayah tampak dalam kondisi tak berdaya. Warga yang berada di lokasi kejadian segera merekam aksi tersebut sebagai bukti, yang kemudian memicu kecaman dari netizen. Meski motif pasti di balik tindakan keji tersebut belum dapat dipastikan secara hukum, informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa pelaku diduga kuat memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa insiden serupa bukan pertama kalinya dilakukan oleh pelaku. Berdasarkan kesaksian warga yang enggan disebutkan namanya, pelaku diketahui pernah menganiaya ayahnya beberapa waktu lalu dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Setelah kembali ke rumah, ternyata kondisi psikologis pelaku diduga kembali tidak stabil hingga mengulangi perbuatannya yang kini terekam kamera warga.
Merespons keresahan masyarakat, aparat kepolisian setempat dilaporkan bergerak cepat menuju lokasi kejadian di Desa Hanjalipan. Langkah ini diambil untuk mengamankan pelaku dari amukan massa sekaligus mencegah terjadinya tindakan kekerasan lebih lanjut terhadap korban. Pihak berwajib saat ini telah membawa pria tersebut untuk dilakukan penanganan dan pembinaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum serta mempertimbangkan kondisi medis kejiwaan yang bersangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas lengkap pelaku maupun kondisi terkini sang ayah yang menjadi korban penganiayaan. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman informasi serta berkoordinasi dengan tenaga medis terkait untuk memastikan langkah penanganan selanjutnya, mengingat adanya riwayat kesehatan jiwa yang menyertai kasus tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah desa setempat mengenai pentingnya pengawasan serta penanganan berkelanjutan bagi penderita gangguan kejiwaan di lingkungan warga. Hal ini bertujuan agar kejadian kekerasan dalam keluarga serupa tidak kembali terulang dan dapat dilakukan langkah-langkah preventif yang tepat demi keselamatan seluruh anggota keluarga.(*)
Editor : Indra Zakaria