Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lansia Keji Pembunuh Penjaga Toko di Balikpapan Sempat Bohong, Apa Motif Dia Lakukan Pembunuhan?

Redaksi Prokal • 2026-01-29 10:27:43
MN (61), diamankan aparat sesaat setelah kejadian
MN (61), diamankan aparat sesaat setelah kejadian

 

BALIKPAPAN- Tabir gelap yang menyelimuti kematian tragis AS (19), seorang penjaga toko kelontong di Jalan MT Haryono, Balikpapan Utara, akhirnya tersingkap sepenuhnya. Polresta Balikpapan secara resmi menetapkan pria lanjut usia berinisial MN (61) sebagai tersangka utama. Ironisnya, sebelum ditangkap, MN sempat mencoba mengelabui petugas dengan berpura-pura menjadi warga sekitar yang tidak tahu-menahu soal insiden berdarah yang terjadi pada Senin, 26 Januari 2026 tersebut.

Keterangan MN yang tidak konsisten sejak awal membuat penyidik Jatanras Polresta Balikpapan menaruh kecurigaan besar. Ipda Elfra, Kanit Jatanras Polresta Balikpapan, mengungkapkan bahwa tersangka terus-menerus mencoba membangun alibi seolah dirinya hanyalah saksi biasa. Namun, sandiwara itu hancur seketika saat polisi mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) dari lokasi kejadian. Rekaman tersebut memperlihatkan dengan jelas detik-detik serangan brutal MN terhadap korban, yang menjadi bukti tak terbantahkan untuk menyeretnya ke balik jeruji besi.

Upaya tersangka untuk menghilangkan jejak dilakukan dengan cukup rapi, mulai dari mandi dan mengganti pakaian hingga membuang baju yang bersimbah darah ke tempat sampah. Tidak hanya itu, MN sempat mencoba menyesatkan polisi terkait keberadaan senjata tajam yang digunakannya. Setelah serangkaian pencarian nihil di parit dan taman, MN baru mengakui lokasi persembunyian pisau tersebut di dalam rumahnya setelah dilakukan pendekatan persuasif yang melibatkan pihak keluarganya.

Di sisi lain, hasil pemeriksaan medis mengungkap betapa mengerikannya penderitaan yang dialami korban sebelum mengembuskan napas terakhir. Dokter Forensik RS Bhayangkara Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, mencatat terdapat sedikitnya 13 luka pada tubuh pemuda malang tersebut. Selain luka lecet dan iris di area kepala, leher, dan wajah, ditemukan pula luka tangkisan pada telapak tangan yang menandakan korban sempat mencoba melakukan perlawanan saat diserang.

Pemeriksaan internal forensik memastikan penyebab utama kematian korban adalah perdarahan hebat akibat luka tusuk di perut kanan. Luka tersebut menembus rongga perut dan merobek pembuluh nadi utama, yang mengakibatkan paru-paru kiri korban mengempis serta terjadinya trauma berat pada organ dalam. Dengan rangkaian bukti fisik dan hasil autopsi yang sangat kuat ini, MN kini dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang mengancamnya dengan hukuman maksimal, sementara penyidik masih terus mendalami motif sebenarnya di balik aksi keji tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria