BALIKPAPAN — Misteri pembobolan toko kelontong di Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, akhirnya mulai terkuak. Tim opsnal kepolisian berhasil menciduk satu dari dua pelaku yang terekam kamera pengawas saat menjalankan aksinya pada Senin dini hari pekan lalu.
Pria berinisial AK (36) diringkus tanpa perlawanan di kediamannya yang terletak di kawasan Perusda, Balikpapan Selatan, pada Rabu malam. Penangkapan AK menjadi titik terang setelah aksi kriminalnya bersama seorang rekan terekam jelas oleh sistem keamanan toko sebelum mereka sempat merusak perangkat pengawas tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan identifikasi pelaku berawal dari rekaman CCTV yang menunjukkan wajah dan pergerakan kedua pria itu saat mencoba membongkar pintu toko.
Modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong nekat. Mereka merusak gembok toko milik warga bernama Pak Ambo menggunakan gunting beton berukuran besar. Setelah berhasil masuk, keduanya menggasak uang tunai serta puluhan bungkus rokok dari etalase. Akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materiel mencapai Rp3 juta.
Upaya para pelaku untuk menghilangkan jejak dengan mencabut kabel CCTV ternyata sia-sia. Data rekaman yang tersimpan sebelum kabel terputus justru menjadi bukti kuat yang menuntun polisi langsung ke persembunyian AK. Namun, proses penangkapan rekan AK berlangsung dramatis. Saat digerebek, pelaku kedua nekat melompat ke dalam parit besar dan berhasil melarikan diri dari kepungan petugas.
Meski satu orang masih berstatus buron, pihak kepolisian menegaskan bahwa identitas pria tersebut sudah terpetakan berdasarkan keterangan AK. Saat ini, penanganan perkara telah dilimpahkan ke Polsek Balikpapan Utara untuk proses pengembangan lebih lanjut dan pengejaran pelaku yang melarikan diri. (*)
Editor : Indra Zakaria