Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Curanmor Mendominasi Kriminalitas di Tarakan, Polisi: "Banyak Motor Hilang karena Kunci Masih Menyantel"

Redaksi Prokal • 2026-02-22 11:53:56

MENDOMINASI: Kasus curanmor merupakan perkara yang paling mendominasi dalam rekapan pengungkapan Satreskrim Polres Tarakan selama Januari 2026. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN)
MENDOMINASI: Kasus curanmor merupakan perkara yang paling mendominasi dalam rekapan pengungkapan Satreskrim Polres Tarakan selama Januari 2026. (ELIAZAR/RADAR TARAKAN)

TARAKAN – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tercatat sebagai tindak pidana paling menonjol di Kota Tarakan sepanjang pembuka tahun 2026. Satreskrim Polres Tarakan melaporkan bahwa dari 16 kasus pencurian yang berhasil diungkap selama Januari, hampir separuhnya atau sebanyak tujuh kasus merupakan tindak pidana curanmor.

Tingginya angka kehilangan kendaraan ini disinyalir kuat akibat faktor kelalaian pemilik motor yang kurang waspada. Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik, melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah, mengungkapkan bahwa modus operandi para pelaku sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan memanfaatkan kelengahan korban di lokasi parkir.

"Modus pelaku rata-rata memanfaatkan kelengahan korban. Banyak motor ditinggalkan dalam kondisi kunci masih menyantel. Ada juga yang kuncinya sudah dicabut, tapi tidak dikunci setang dan tidak menggunakan kunci ganda," ujar AKP Ridho dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Kelalaian ini memudahkan pelaku untuk membawa kabur kendaraan hanya dengan berjalan kaki menyusuri area parkir. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan nekat mendorong motor hasil curian bersama rekannya sebelum akhirnya dijual atau digadaikan dengan harga murah demi memenuhi kebutuhan ekonomi. Ironisnya, polisi juga menemukan adanya kendaraan yang dipotong-potong menjadi besi tua oleh pengepul nakal guna menghilangkan jejak.

Pihak kepolisian turut memberikan perhatian khusus kepada para residivis yang kembali beraksi setelah bebas dari penjara. Untuk memutus rantai pencurian ini, Satreskrim Polres Tarakan hingga tingkat Polsek kini bergerak lebih agresif dengan memanfaatkan rekaman CCTV dan keterangan saksi guna mempercepat pengungkapan kasus.

Mengingat bulan Ramadan yang segera tiba, AKP Ridho mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengamanan mandiri terhadap kendaraan mereka. Langkah sederhana seperti memastikan kunci dicabut dan memasang kunci pengaman tambahan dinilai sangat efektif untuk menggagalkan niat jahat pelaku.

"Parkir kendaraan di tempat aman, cabut kunci, gunakan kunci ganda. Kami berharap kerja sama masyarakat sehingga kasus curanmor ini bisa terus ditekan," pungkasnya. Warga yang merasa menjadi korban pun diminta untuk tidak ragu segera melapor melalui layanan call center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.(*)

Editor : Indra Zakaria