Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terungkap! Sebelum Dilempar Molotov, Keluarga Hj Lena Sudah Setahun Dihantui Ancaman Pembunuhan

Redaksi Prokal • 2026-02-26 07:40:00

Petugas kepolisian mengamankan pelaku pelempar bom molotov di Mapolsek Banjarmasin Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Foto: Personel Polsek Banjarmasin Utara)
Petugas kepolisian mengamankan pelaku pelempar bom molotov di Mapolsek Banjarmasin Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Foto: Personel Polsek Banjarmasin Utara)

PROKAL.CO, BANJARMASIN- Aksi pelemparan bom molotov di Banjarmasin Utara ternyata hanyalah puncak dari gunung es teror yang dialami keluarga Hj Lena. Terungkap fakta mengejutkan bahwa keluarga tersebut telah hidup di bawah bayang-bayang ketakutan sejak Oktober tahun lalu.

Hj Lena membeberkan bahwa pelaku, DH (36), merupakan pria yang menyimpan dendam kesumat setelah niatnya untuk meminang putri Hj Lena ditolak mentah-mentah. Penolakan tersebut memicu serangkaian aksi intimidasi yang semakin hari semakin beringas.

“Ancaman sudah sering kami terima. Dia bahkan pernah secara terang-terangan mengancam akan membakar rumah ini dan menghabisi nyawa keluarga kami,” tutur Hj Lena dengan nada gemetar.

Cucu Dikejar Sajam hingga ke Sekolah

Kekejaman pelaku tidak hanya menyasar orang dewasa. Hj Lena mengungkapkan salah satu cucunya pernah menjadi sasaran teror fisik yang traumatis. Pelaku diduga sempat mengejar sang cucu hingga ke lingkungan sekolah dengan membawa senjata tajam.

Keresahan warga sekitar pun kian memuncak setelah rekaman CCTV di sekitar kompleks menunjukkan adanya dua pria mencurigakan yang sering mondar-mandir memantau situasi rumah korban sebelum aksi pelemparan molotov terjadi pada Minggu (22/2) petang.

Meski api yang dipicu bom molotov berhasil dipadamkan dan tidak memakan korban jiwa, luka psikis yang ditinggalkan sangat mendalam. Keluarga korban kini mengalami trauma hebat, sementara warga Kompleks Herlina Kelapa Indah 2 merasa keamanan lingkungan mereka telah dicoreng.

Kapolsek Banjarmasin Utara menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi premanisme berkedok sakit hati ini. Dengan tertangkapnya DH, polisi memastikan proses hukum akan berjalan tuntas untuk memberikan rasa keadilan bagi korban yang telah berbulan-bulan hidup dalam cekaman maut.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, mengingat adanya laporan warga terkait dua pria mencurigakan yang terekam CCTV sebelum kejadian. (*)

Editor : Indra Zakaria