PROKAL.CO, SAMPIT- Rasa aman warga Kota Sampit, Kotawaringin Timur, mulai terusik seiring meningkatnya intensitas aksi kriminalitas dalam sepekan terakhir. Kasus pembobolan dan pencurian dilaporkan semakin sering terjadi, terutama memanfaatkan kelengahan warga pada jam-jam rawan antara malam hingga dini hari. Keresahan ini pun menjadi perbincangan hangat di jagat maya, sebagaimana diungkapkan oleh Ramadhan, salah satu warga setempat. “Sepekan ini selalu berita maling saja yang berseliweran di media sosial,” keluhnya.
Insiden terbaru menyasar sebuah gerai BRILink Trikarya yang berlokasi di Jalan Cristopel Mihing pada Rabu (25/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku yang beraksi seorang diri diduga masuk melalui pintu belakang dengan cara menjebol kunci menggunakan benda tajam. Aksi nekat ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam ruangan.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat pelaku mengenakan pakaian serba gelap dan penutup wajah sebagai upaya untuk menghindari identifikasi petugas. Meski sempat menggeledah ruangan, pemilik usaha memastikan bahwa pelaku gagal membawa kabur barang berharga maupun uang tunai. “Barang tidak ada yang hilang, kerugian nihil,” ungkap sang pemilik dengan nada lega namun tetap waspada.
Kendati tidak ada kerugian materiil dalam kejadian tersebut, insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha dan warga di Kota Sampit. Minimnya pengawasan dan kondisi lingkungan yang sepi pada dini hari terbukti menjadi celah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
Warga berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna menekan angka kriminalitas yang kian meresahkan. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk memperketat sistem keamanan mandiri, seperti memastikan kunci pintu terpasang dengan ganda serta mengoptimalkan penggunaan kamera pengawas demi menjaga keamanan lingkungan bersama.(*)
Editor : Indra Zakaria