Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ramadan Kelam di Palangka Raya: Komplotan Spesialis Pecah Kaca Beraksi, Empat Mobil Dibobol dalam Semalam

Redaksi Prokal • 2026-03-11 06:30:00

OLAH TKP : Personel Inavis Polresta Palangka Raya saat melakukan olah TKP salah satu mobil yang me njadi korban pecah kaca. DODI RADAR SAMPIT
OLAH TKP : Personel Inavis Polresta Palangka Raya saat melakukan olah TKP salah satu mobil yang me njadi korban pecah kaca. DODI RADAR SAMPIT

 

SAMPIT- Di tengah upaya aparat kepolisian memperketat keamanan selama bulan suci Ramadan, aksi kriminalitas justru kembali menghantui warga Kota Palangka Raya. Komplotan spesialis pecah kaca dilaporkan beraksi secara brutal dengan menyasar sejumlah kendaraan yang terparkir di kawasan Jalan Katamso serta Jalan Tjilik Riwut–Panjaitan pada Selasa malam. Setidaknya empat unit mobil menjadi korban keganasan para pelaku, yang mengakibatkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah akibat hilangnya uang tunai, perangkat elektronik, hingga dokumen-dokumen penting.

Salah satu korban, Alek Uria Atmaja, menceritakan pengalaman pahitnya saat mendapati kaca samping mobilnya sudah hancur berkeping-keping. Alek yang saat itu tengah mengikuti sebuah kegiatan tidak jauh dari lokasi parkir, baru menyadari kejadian tersebut saat hendak pulang. Padahal, ia mengaku memarkirkan kendaraannya di kawasan Jalan Katamso atas arahan petugas parkir setempat. Akibat kejadian ini, Alek harus merelakan sebuah laptop dan berbagai dokumen kerja yang tersimpan di dalam kabin mobilnya raib dibawa lari pelaku.

Merespons kejadian yang meresahkan ini, tim gabungan dari Polresta Palangka Raya dan Polda Kalimantan Tengah segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis turut bekerja intensif mengumpulkan barang bukti dan mencari jejak sidik jari yang mungkin ditinggalkan oleh para pelaku. Dugaan sementara pihak kepolisian menyebutkan bahwa para pelaku merupakan kelompok profesional yang telah memetakan situasi dan mengincar kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya di lokasi yang minim pengawasan serta relatif sepi.

Pamapta III Polresta Palangka Raya, Ipda M. Abrar, mengonfirmasi bahwa kasus ini telah masuk dalam tahap penyelidikan serius. Pihak kepolisian pun mengimbau keras agar masyarakat lebih waspada dan tidak lagi meninggalkan barang berharga di dalam mobil saat sedang terparkir, terutama di area publik. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir celah bagi para kriminal yang kerap memanfaatkan kelengahan warga di tengah kesibukan aktivitas ibadah maupun kegiatan sosial selama bulan Ramadan.(*)

Editor : Indra Zakaria