PALANGKA RAYA- Aksi pencurian dengan pemberatan (curat) bermodus pecah kaca mobil tengah menghantui warga Kota Palangka Raya. Dalam kurun waktu hanya tiga hari, tercatat sedikitnya lima unit mobil menjadi sasaran empuk pelaku yang hingga kini masih berkeliaran. Kejadian terbaru dilaporkan terjadi di kawasan Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Langkai, Kecamatan Jekan Raya, pada Kamis (12/3).
Peristiwa di Jalan D.I. Panjaitan ini menambah panjang daftar teror serupa setelah sebelumnya empat mobil sekaligus dibobol di kawasan Jalan Katamso dan Jalan Tjilik Riwut pada Selasa (10/3). Polisi menduga pelaku kejahatan ini bergerak secara terorganisir dan terus berpindah lokasi untuk mencari sasaran kendaraan yang ditinggal pemiliknya.
Berdasarkan kronologi kejadian terbaru, korban memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan dalam kondisi terkunci untuk menghadiri sebuah kegiatan. Namun, saat kembali, korban mendapati kaca depan bagian kiri mobilnya sudah hancur berantakan. Pelaku diduga bergerak cepat dengan memecahkan kaca untuk menggasak tas jinjing yang diletakkan di kursi penumpang depan.
"Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan dan olah TKP sebagai langkah awal proses penyelidikan," ujar Pamapta II Polresta Palangka Raya, Ipda Rakhmad Razib, mewakili Kapolresta Palangka Raya Dedy Supriadi.
Dalam aksi kali ini, korban kehilangan tas berisi uang tunai sekitar Rp500 ribu, buku rekening tabungan, serta buku servis kendaraan. Total kerugian materiil, termasuk kerusakan kaca mobil, diperkirakan mencapai Rp1,5 juta. Tim gabungan dari SPKT, Satintelkam, dan Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya kini tengah bekerja keras mengumpulkan keterangan saksi serta petunjuk di lapangan guna memburu pelaku.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil, terutama di posisi yang mencolok dari luar. Polisi menegaskan bahwa pendalaman kasus terus dilakukan mengingat modus operandi yang digunakan pelaku dalam rentetan kejadian ini memiliki pola yang serupa. (*)
Editor : Indra Zakaria