Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pangkalan Bun Geger! Pedagang Sayur di Pasar Indra Sari Dijambret, Uang Rp100 Juta dan Emas 300 Gram Raib dalam Sekejap

Redaksi Prokal • Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:30 WIB

ilustrasi jambret
ilustrasi jambret

PANGKALAN BUN – Suasana pagi di Pasar Relokasi Indra Sari, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendadak geger. Sebuah aksi penjambretan nekat menimpa seorang pedagang sayur wanita pada Jumat (27/3). Tak main-main, korban harus merelakan tas berisi uang tunai fantastis sebesar Rp100 juta dan perhiasan emas seberat lebih dari 300 gram amblas digondol pelaku.

Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah hiruk pikuk aktivitas pasar, saat korban sedang sibuk melayani pembeli. Pelaku diduga seorang pria tak dikenal yang telah mengincar korban sejak awal.

Modus Pura-pura Beli Cabai

Petugas keamanan pasar, Ali, membeberkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan korban. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus berpura-pura menjadi pembeli di lapak korban.

“Saat korban sedang melayani pembeli, pelaku tiba-tiba merampas tas yang diletakkan di dekatnya dan langsung lari menuju sepeda motor yang diparkir tak jauh dari lokasi,” ujar Ali, Jumat (27/3). Diduga karena syok berat, korban tidak sempat berteriak histeris. Ia hanya mampu memanggil pelaku dengan suara terbata-bata karena kaget.

Aksi nekat tersebut untungnya diketahui oleh penjaga toilet pasar. Tanpa buang waktu, ia langsung membantu korban melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor. Ali, yang melihat kejadian dari pos keamanan, ikut bergabung dalam pengejaran dramatis tersebut.

“Saya lihat korban bersama penjaga toilet naik motor sambil teriak maling. Saya ikut mengejar,” kata Ali.

Ali sempat melihat pelaku yang berperawakan tinggi melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Beat warna oranye dengan kecepatan tinggi membelah keramaian pasar. Namun, upaya pengejaran gabungan tersebut tidak membuahkan hasil. Pelaku berhasil meloloskan diri dan menghilang dari pandangan.

“Pelaku tidak terkejar. Menurut korban, yang hilang emas jenis 99 sekitar 300 gram lebih dan uang tunai Rp100 juta,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ali menambahkan, dirinya sudah lama mengenal korban dan sebelumnya pernah mengingatkan agar tidak mengenakan perhiasan yang mencolok saat berjualan, mengingat potensi tindak kejahatan di area publik seperti pasar.

Peristiwa penjambretan dengan kerugian jumbo ini telah dilaporkan ke SPKT Polres Kotawaringin Barat. Petugas kepolisian segera merespons dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, proses penyelidikan sedikit terkendala karena kamera pengawas (CCTV) vital di bundaran pasar dilaporkan sedang rusak. Meski demikian, pihak kepolisian telah mengamankan rekaman CCTV dari area dalam pasar untuk keperluan analisis dan identifikasi pelaku lebih lanjut. Hingga kini, tim buru sergap masih melakukan perburuan intensif terhadap pelaku penjambretan nekat tersebut.(*)

Editor : Indra Zakaria