TARAKAN – Tabir gelap di balik insiden penikaman maut yang mengguncang Jalan Murai, Kelurahan Karang Rejo, pada Jumat (27/3) lalu kini mulai tersingkap. Satreskrim Polres Tarakan berhasil mengungkap kronologi detail peristiwa yang merenggut nyawa seorang pria berinisial A (41) tersebut melalui analisis mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono, menjelaskan bahwa insiden berdarah tersebut bukanlah sebuah pertemuan yang direncanakan. Berdasarkan rekaman kamera pengawas, korban dan tersangka berinisial IR (36) awalnya hanya tidak sengaja berpapasan di jalan. Namun, pertemuan tanpa janji itu mendadak berubah menjadi petaka ketika keduanya terlibat adu mulut yang memanas hingga berujung aksi saling dorong.
Situasi kian tak terkendali saat tersangka IR tiba-tiba mencabut senjata tajam jenis badik yang terselip di pinggangnya. Tanpa memberikan ruang untuk membela diri, tersangka langsung menghujamkan badik tersebut ke arah perut korban yang saat itu bahkan masih terduduk di atas sepeda motornya.
"Korban masih di atas motor saat ditusuk. Setelah itu, ia langsung tersungkur di jalan sementara tersangka melarikan diri," ungkap AKP Reginald pada Minggu (29/3).
Nahas, meski warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi korban ke Puskesmas Karang Rejo, nyawa pria malang tersebut tidak tertolong. Hasil visum menunjukkan luka tusuk di perut bagian kanan menembus organ vital dan menyebabkan pendarahan hebat serta kekurangan oksigen yang signifikan selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Gerak cepat kepolisian membuahkan hasil dalam waktu kurang dari tiga jam. Berbekal bukti CCTV dan keterangan saksi, tim Macan Borneon Satreskrim Polres Tarakan berhasil meringkus tersangka IR di kawasan Jalan Wijaya Kusuma. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap satu rekan tersangka yang berada di lokasi saat kejadian, sembari mendalami lebih jauh motif terpendam yang memicu konflik spontan berujung maut tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria