Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gara-gara Rp 600 Ribu Nyawa Melayang! Ada 11 Adegan Rekonstruksi Berdarah di Samarinda Seberang

Redaksi Prokal • Selasa, 7 April 2026 - 15:00 WIB
Tersangka memperagakan adegan penikaman dalam kasus tewasnya seorang pria di Samarinda Seberang, Senin (6/4/2026). (ist)
Tersangka memperagakan adegan penikaman dalam kasus tewasnya seorang pria di Samarinda Seberang, Senin (6/4/2026). (ist)

 
PROKAL.CO- Tabir gelap di balik tewasnya Reza (25) akhirnya tersingkap benderang dalam rekonstruksi yang digelar jajaran Polsekta Samarinda Seberang, Senin sore. Bertempat di halaman Mapolsek, tersangka Gusrianto (29) memperagakan detik-detik mengerikan saat dirinya menghabisi nyawa korban. Sebanyak 11 adegan kunci diperagakan di hadapan jaksa dan penasihat hukum, memetakan alur emosi yang memuncak hingga berujung pada aksi penikaman mematikan.

Tragedi yang terjadi pada akhir Februari lalu di Jalan Pangeran Bendahara ini ternyata dipicu oleh persoalan sepele namun sensitif: uang titipan sebesar Rp 600 ribu. Melalui rentetan adegan, terungkap bahwa sebelum pertumpahan darah terjadi, keduanya sempat terlibat perang urat saraf melalui pesan singkat WhatsApp. Kata-kata kasar yang dilontarkan korban melalui ponsel rupanya menjadi sumbu yang membakar amarah tersangka hingga ia nekat mendatangi kediaman korban untuk menuntut kejelasan.

Suasana panas sempat berusaha diredam oleh ibu korban yang memohon tersangka untuk segera pulang demi menghindari keributan. Namun, situasi justru berbalik menjadi ajang maut ketika korban mendadak keluar rumah sambil menenteng sebilah golok dan menantang tersangka secara terbuka. Meski sang ibu sudah berupaya menghalangi, korban tetap membabi buta mengayunkan senjatanya ke arah tersangka hingga mengenai bagian tubuh Gusrianto.

Dalam kondisi terdesak dan terluka akibat serangan awal, tersangka yang tersulut emosi menarik badik yang terselip di pinggangnya. Pada adegan krusial inilah terlihat jelas bagaimana tersangka membalas serangan dengan satu tusukan telak ke bagian perut korban yang membuat pemuda tersebut tersungkur bersimbah darah. Usai melakukan aksi nekatnya, tersangka langsung membuang senjata tajam tersebut di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya diamankan petugas.

Kapolsekta Samarinda Seberang, AKP Achmad Baihaki, menegaskan bahwa rekonstruksi ini merupakan bagian penting untuk memperkuat alat bukti dan memastikan kronologi yang disampaikan tersangka sesuai dengan fakta di lapangan. Dengan rampungnya seluruh adegan rekonstruksi ini, pihak kepolisian kini fokus melengkapi berkas penyidikan untuk segera melimpahkan kasus ini ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka di mata hukum. (kis)

Editor : Indra Zakaria
#samarinda