Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Taruhan Nyawa di Atas Genting: Aksi Heroik Polisi dan Warga Balikpapan Bergulat Jinakkan ODGJ Bersenjata Parang

Redaksi Prokal • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:00 WIB
Bripda Arbian dan Panji mengalami luka-luka akibat tebasan parang ODGJ.
Bripda Arbian dan Panji mengalami luka-luka akibat tebasan parang ODGJ.

BALIKPAPAN – Sebuah aksi heroik yang menegangkan sekaligus dramatis terjadi di kawasan Graha Indah, Balikpapan Utara. Seorang anggota polisi bersama warga sipil terpaksa mempertaruhkan keselamatan nyawa mereka demi melumpuhkan seorang pria berinisial W, yang diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa. Pria asal Kediri, Jawa Timur tersebut mengamuk secara membabi buta di atas atap rumah warga sambil menenteng senjata tajam berupa parang dan arit, hingga memicu kepanikan massal di lingkungan RT 41, Kelurahan Graha Indah.

Melihat situasi genting yang mengancam keselamatan warga sekitar, personel Samapta Polresta Balikpapan, Bripda Arbian, bersama seorang warga pemberani bernama Panji, langsung mengambil inisiatif nekat untuk memanjat ke atas atap. Langkah berbahaya ini terpaksa diambil demi merebut senjata tajam dari tangan pelaku sebelum jatuh korban jiwa. "Bripda Arbian dan warga bernama Panji naik ke atap lalu berupaya merebut senjata tajam yang dibawa W," ujar Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Utara Kompol M. Rezsa saat menjelaskan awal mula aksi penyelamatan tersebut.

Sebelum aksi kontak fisik terjadi, petugas di lapangan sebenarnya sudah mencoba melakukan pendekatan yang humanis dan persuasif. Kompol M. Rezsa membeberkan bahwa saat tiba di lokasi kejadian, Bripda Arbian terlebih dahulu membujuk W agar bersedia turun dengan tenang dan menyerahkan parang serta arit yang dipegangnya. Karena imbauan tersebut sama sekali tidak dihiraukan dan pelaku justru semakin agresif, Bripda Arbian mencoba mendorong pelaku menggunakan sebatang bambu panjang agar menjauh dari posisi yang membahayakan tepi atap.

Namun, upaya tersebut justru memicu amarah pelaku yang langsung mengayunkan parangnya dengan beringas ke arah petugas. Beruntung, sabetan pertama berhasil dihindari, dan melihat adanya celah terbuka, Bripda Arbian langsung bergerak cepat memeluk serta mengunci tubuh W dari belakang. Pergelutan sengit di atas genting pun tidak terhindarkan hingga akhirnya mereka semua terjatuh ke bawah. "Meski mengalami luka, Bripda Arbian tetap berusaha mengendalikan pelaku hingga bantuan datang," jelas Rezsa mengenai detik-detik menegangkan di lokasi kejadian.

Dalam proses penangkapan yang berlangsung dramatis tersebut, polisi akhirnya berhasil menguasai parang yang sempat diikatkan pelaku ke lengannya menggunakan tali. Kendati pelaku berhasil diredam, aksi penyelamatan ini harus dibayar mahal karena Bripda Arbian mengalami luka sayatan yang cukup dalam di pipi kirinya, sementara Panji terkena sabetan parang di kaki kanan, dan pelaku W sendiri juga mengalami luka-luka. Saat ini, ketiganya telah dievakuasi dan sedang menjalani perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, sementara pihak kepolisian memberikan apresiasi tertinggi atas keberanian personel dan warga yang berhasil mencegah tragedi yang jauh lebih besar.(*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan